Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Delapan Negara Arab dan Islam Kecam Perlakuan Israel terhadap Aktivis Armada Bantuan Gaza

Bayu Shaputra • Senin, 25 Mei 2026 | 15:01 WIB
Ilustrasi kapa Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza. (ANTARA)
Ilustrasi kapa Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza. (ANTARA)

 

RADARSITUBONDO.ID - Delapan negara Arab dan Islam mengecam keras perlakuan pejabat keamanan nasional Israel Itamar Ben-Gvir terhadap para aktivis yang ditahan dari armada bantuan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

Kecaman tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri dari Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turkiye, Arab Saudi, dan Qatar pada Minggu (24/5).

Mereka menilai tindakan yang dilakukan terhadap para aktivis itu sebagai perlakuan yang “mengerikan, merendahkan martabat, dan tidak dapat diterima.” Pernyataan bersama tersebut menyoroti tindakan penghinaan publik yang dilakukan secara sengaja oleh Ben-Gvir terhadap para tahanan.

Baca Juga: Klasemen Akhir Premier League 2025/2026: Chelsea Tersungkur, Liverpool Lolos Liga Champions

Menurut para menteri luar negeri itu, tindakan tersebut merupakan serangan memalukan terhadap martabat manusia sekaligus pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Mereka juga menuding Ben-Gvir serta sejumlah pejabat Israel lainnya telah melakukan hasutan dan mendorong tindakan kekerasan yang disebut sebagai tindakan “ilegal dan ekstremis” terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.

Kedelapan negara menilai sikap dan tindakan para pejabat Israel itu tidak hanya memperburuk situasi kemanusiaan, tetapi juga memicu meningkatnya kebencian dan ekstremisme di kawasan.

Mereka menegaskan bahwa tindakan semacam itu dapat menghambat berbagai upaya internasional dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan melalui solusi dua negara.

Baca Juga: Inggris, Prancis, dan Kanada Kompak Tolak Skema PDB NATO untuk Bantu Ukraina

Dalam pernyataannya, para diplomat tersebut turut mendesak adanya pertanggungjawaban atas tindakan Ben-Gvir.

Mereka meminta langkah konkret segera diambil guna menghentikan berbagai bentuk provokasi, hasutan, serta pelanggaran berulang yang dinilai terus dilakukan oleh pejabat Israel tersebut.

Sorotan internasional terhadap perlakuan Israel terhadap armada bantuan Gaza meningkat setelah ratusan anggota konvoi bantuan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel, pada Rabu (20/5).

Situasi memanas usai Ben-Gvir merilis video yang memperlihatkan sebagian aktivis dalam kondisi diborgol dan dipaksa menunduk sambil diiringi lagu kebangsaan Israel.

Rekaman tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak karena dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap para aktivis sipil yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Penyelenggara Global Sumud Flotilla menyatakan bahwa kapal-kapal angkatan laut Israel mencegat seluruh armada di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza.

Baca Juga: Como 1907 Lolos Liga Champions Usai Bantai Cremonese 4-1 di Pekan Terakhir Serie A

Pencegatan itu disebut dilakukan ketika konvoi sedang berupaya mengirim bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza yang terus menghadapi krisis berkepanjangan.

Penyelenggara armada menilai tindakan Israel melanggar prinsip kebebasan navigasi internasional dan menghambat akses bantuan kemanusiaan.

Di tengah meningkatnya tekanan internasional, Israel pada Kamis (21/5) menyatakan seluruh aktivis dari armada bantuan tersebut telah dideportasi. Langkah itu dilakukan setelah perlakuan terhadap para tahanan memicu kemarahan dari berbagai negara dan organisasi internasional.

Baca Juga: BMKG: Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diguyur Hujan pada Senin Petang

Kecaman dari delapan negara Arab dan Islam tersebut kembali menambah tekanan diplomatik terhadap Israel di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap situasi kemanusiaan di Gaza serta perlakuan terhadap para aktivis bantuan internasional.

Editor : Bayu Shaputra
#Global Sumud Flotilla #Itamar Ben-Gvir #aktivis #Israel #Gaza