RADARSITUBONDO.ID - Belanda mengirim kapal penyapu ranjau HNLMS Willemstad ke Laut Mediterania untuk bergabung dalam operasi maritim Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Kapal militer tersebut juga disiapkan untuk kemungkinan pengerahan ke Selat Hormuz apabila situasi keamanan memburuk.
Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgoz-Zegerius menyampaikan bahwa HNLMS Willemstad akan menjadi bagian dari Gugus Tugas Maritim NATO yang beroperasi di Laut Mediterania.
Pemerintah Belanda menilai kehadiran armada tambahan diperlukan untuk menjaga stabilitas jalur pelayaran internasional di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.
“Dari sana, jika diperlukan, kapal dapat dikerahkan ke Selat Hormuz, jalur perdagangan penting untuk minyak dan gas,” kata Yesilgoz-Zegerius melalui akun X, Rabu.
Baca Juga: Kode Redeem FC Mobile Terbaru Mei 2026, Klaim Gratis Sebelum Expired
Belanda saat ini juga membuka pembicaraan dengan sejumlah negara sekutu terkait kemungkinan pengiriman kapal tersebut ke Selat Hormuz. Kawasan itu menjadi perhatian internasional setelah gangguan keamanan di sekitar Iran memicu hambatan distribusi energi global.
Langkah Belanda dilakukan setelah para pemimpin militer dari sekitar 40 negara menggelar pertemuan yang dipimpin Inggris dan Prancis pekan lalu.
Pertemuan tersebut membahas upaya menjaga keamanan jalur laut internasional sekaligus meredakan dampak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: RedMagic 11S Pro Meluncur Global, Usung Pendingin AquaCore dan Fast Charging 80 Watt
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan, negara-negara peserta menyebut misi koalisi untuk membuka kembali akses Selat Hormuz akan berjalan seiring dengan proses diplomatik yang sedang ditempuh guna mendorong penyelesaian konflik kedua negara.
Situasi kawasan mulai memanas sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran, termasuk wilayah Teheran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Aksi saling serang tersebut meningkatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik regional.
Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April. Namun, upaya perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan baru. Kondisi tersebut membuat situasi keamanan di kawasan Teluk Persia masih belum sepenuhnya stabil.
Baca Juga: Grafik Tabungan Emas Ambles! Intip Rincian Harga Batangan Antam dan UBS Hari Ini, Kamis 28 Mei
Ketegangan di sekitar Iran juga memicu blokade de facto di Selat Hormuz. Jalur laut tersebut selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak mentah dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia menuju pasar internasional.
Gangguan di Selat Hormuz berdampak langsung terhadap aktivitas ekspor dan produksi energi sejumlah negara. Selain itu, ketidakpastian pasokan turut mendorong kenaikan harga bahan bakar dan berbagai produk industri di banyak kawasan dunia.
Editor : Bayu Shaputra