Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Drone Hizbullah Tewaskan Tentara Israel di Lebanon Selatan, Empat Prajurit Lain Terluka

Bayu Shaputra • Senin, 1 Juni 2026 | 14:34 WIB
Ilustrasi drone Hizbullah. (The Guardian)
Ilustrasi drone Hizbullah. (The Guardian)

 

RADARSITUBONDO.ID - Konflik di perbatasan Israel dan Lebanon kembali memakan korban. Seorang tentara Israel dilaporkan tewas, sementara empat prajurit lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah drone milik Hizbullah meledak dan menghantam pasukan yang sedang beroperasi di wilayah Lebanon selatan.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan baru di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di kawasan perbatasan.

Meski Tel Aviv terus meningkatkan tekanan melalui pengerahan pasukan dan serangan udara, insiden ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap personel militer Israel di lapangan masih berlangsung.

Baca Juga: Mulai 1 Juni 2026, Harga Avtur di Bandara Indonesia Turun hingga 10 Persen

Militer Israel pada Minggu (31/5) waktu setempat mengonfirmasi korban tewas bernama Staff-Sergeant Michael Tyukin, 21 tahun. Ia merupakan anggota Batalion Pengintaian Brigade Givati yang sedang bertugas dalam operasi militer di Lebanon selatan ketika serangan terjadi.

Selain menyebabkan satu korban jiwa, ledakan drone tersebut juga mengakibatkan empat tentara Israel lainnya mengalami luka ringan. Mereka segera mendapatkan penanganan medis setelah insiden berlangsung.

Michael Tyukin diketahui berasal dari Ashkelon. Ia merupakan anak tunggal yang pindah dari Ukraina ke Israel bersama ibunya sekitar enam tahun lalu. Kabar kematiannya menambah daftar korban di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Israel dan Hizbullah di sepanjang perbatasan utara.

Baca Juga: Uruguay Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Luis Suarez Dicoret Marcelo Bielsa

Insiden ini terjadi ketika Israel terus menjalankan operasi militer di wilayah Lebanon selatan dengan alasan menjaga keamanan kawasan utara negaranya.

Namun, serangan yang berhasil dilakukan Hizbullah kembali memperlihatkan bahwa pasukan Israel masih menghadapi risiko tinggi selama menjalankan operasi darat di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal militer Israel, drone yang digunakan dalam serangan tersebut disebut tidak dilengkapi perangkat penglihatan malam. Meski demikian, drone itu tetap mampu menemukan dan menghantam target yang sedang bergerak di kawasan operasi.

Temuan tersebut memunculkan sejumlah dugaan mengenai bagaimana drone dapat mencapai sasaran dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Salah satu kemungkinan yang berkembang menyebutkan bahwa pasukan Israel secara rutin menggunakan jalur tertentu saat bergerak di wilayah Lebanon selatan sehingga pola pergerakan mereka berpotensi diketahui pihak lawan.

Di sisi lain, terdapat dugaan bahwa Hizbullah memanfaatkan kondisi cahaya bulan purnama untuk membantu proses navigasi drone menuju lokasi target. Faktor lingkungan tersebut dinilai dapat memberikan keuntungan bagi operator drone dalam mengarahkan perangkat ke area yang telah dipantau sebelumnya.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Banyak Kota Besar

Keberhasilan serangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem keamanan dan kemampuan deteksi yang dimiliki Israel.

Hal itu menjadi perhatian karena serangan terjadi di tengah operasi militer besar yang melibatkan dukungan udara dan pengawasan intensif di kawasan Lebanon selatan.

Dalam perkembangan terpisah, militer Israel menyatakan bahwa pasukan darat mereka telah mencapai dan menguasai sejumlah wilayah strategis di Lebanon selatan.

Di antaranya adalah kawasan Sungai Litani, Beaufort Ridge, serta Wadi al-Saluki yang selama ini dianggap memiliki nilai penting dalam dinamika konflik di wilayah tersebut.

Menurut militer Israel, operasi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir dilakukan dengan tujuan untuk menekan kemampuan Hizbullah dan mengurangi ancaman terhadap warga Israel yang tinggal di wilayah utara dekat perbatasan Lebanon.

Baca Juga: Diduga Salah Sasaran, Oknum TNI AL di Situbondo Aniaya Pemuda 19 Tahun hingga Babak Belur

Sebelum pengerahan pasukan darat dilakukan, Angkatan Udara Israel disebut melancarkan serangan udara dalam skala besar terhadap berbagai fasilitas dan infrastruktur yang dikaitkan dengan Hizbullah. Langkah tersebut menjadi bagian dari rangkaian operasi yang lebih luas untuk memperkuat posisi pasukan di lapangan.

Meski demikian, serangan drone yang menewaskan Michael Tyukin menunjukkan bahwa situasi keamanan di Lebanon selatan masih jauh dari stabil. Di tengah klaim keberhasilan operasi darat dan udara, kelompok Hizbullah masih mampu melancarkan serangan yang berdampak langsung terhadap personel militer Israel.

Perluasan operasi Israel hingga melintasi Sungai Litani juga dipandang berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan. Langkah tersebut dapat memperpanjang konflik lintas perbatasan yang dalam beberapa waktu terakhir terus memicu korban jiwa serta kerusakan di kedua sisi.

Editor : Bayu Shaputra
#Drone Hizbullah #tentara Israel tewas #Lebanon selatan