RADARSITUBONDO.ID - Iran dilaporkan mempercepat proses pemulihan sejumlah fasilitas bawah tanah yang sebelumnya terdampak serangan Amerika Serikat dan Israel.
Berdasarkan analisis citra satelit yang dikutip CNN pada Minggu (31/5), aktivitas pembersihan dan perbaikan terlihat berlangsung di berbagai lokasi strategis yang menjadi sasaran serangan dalam beberapa bulan terakhir.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa dari total 69 pintu masuk terowongan yang berada di 18 pangkalan bawah tanah, sebanyak 50 di antaranya telah berhasil dibersihkan dari puing-puing dan material yang menutup akses.
Temuan itu menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam upaya pemulihan infrastruktur militer bawah tanah Iran sejak pemberlakuan gencatan senjata.
Baca Juga: Pep Guardiola Dikabarkan Ingin Latih Timnas Inggris Setelah Tinggalkan Manchester City
Berdasarkan citra satelit yang dianalisis, aktivitas pembersihan terlihat di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan rudal.
Berbagai peralatan berat dan kendaraan pengangkut digunakan untuk menyingkirkan material runtuhan yang menghambat akses menuju fasilitas bawah tanah tersebut.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel diketahui melancarkan serangan yang bertujuan membatasi akses ke jaringan fasilitas bawah tanah Iran.
Dalam operasi tersebut, sejumlah jalur menuju kompleks bawah tanah menjadi target utama. Serangan juga menyebabkan beberapa pintu masuk terowongan runtuh sehingga akses menuju fasilitas di dalamnya menjadi terhambat.
Baca Juga: Starter Pack Zodiak Gemini biar Tetap Waras Menghadapi Tekanan Akhir Bulan
Upaya pembatasan akses tersebut dilakukan melalui serangan rudal yang diarahkan ke area sekitar pintu masuk dan jalan penghubung menuju fasilitas bawah tanah.
Dampaknya tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik pada infrastruktur, tetapi juga memperlambat aktivitas di sejumlah pangkalan yang tersebar di berbagai wilayah Iran.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan lebih cepat dibandingkan perkiraan awal. Sejak gencatan senjata mulai berlaku, aktivitas di lokasi-lokasi terdampak meningkat secara konsisten.
Citra satelit memperlihatkan keberadaan buldoser, truk pengangkut, dan berbagai peralatan konstruksi sederhana yang digunakan untuk membersihkan puing-puing akibat serangan.
Baca Juga: Gabriel Jesus Tegaskan Komitmen di Arsenal Meski Diterpa Rumor Transfer
Pemulihan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Iran berupaya mengembalikan fungsi fasilitas bawah tanah yang sebelumnya terganggu.
Infrastruktur tersebut selama ini dianggap memiliki peran penting dalam sistem pertahanan negara itu sehingga perbaikan akses menjadi prioritas setelah berkurangnya intensitas konflik.
Konflik yang melatarbelakangi kerusakan fasilitas tersebut bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama pada 28 Februari.
Operasi tersebut menyasar puluhan target di berbagai wilayah Iran. Selain menimbulkan kerusakan pada infrastruktur, serangan itu juga dilaporkan menyebabkan korban di kalangan warga sipil.
Baca Juga: Zodiak Hari Ini 31 Mei 2026: Energi Akhir Bulan Minta 4 Bintang Ini Ketat Atur Finansial
Ketegangan yang meningkat kemudian mendorong kedua pihak untuk mencari jalan meredakan konflik. Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku selama dua pekan. Kesepakatan itu diharapkan dapat membuka ruang bagi upaya diplomatik guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Meski demikian, proses perundingan berikutnya belum menghasilkan terobosan berarti. Pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kepastian mengenai langkah penyelesaian konflik dalam jangka panjang. Kondisi tersebut membuat hubungan kedua negara tetap berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian.
Setelah perundingan tidak mencapai hasil yang diharapkan, Amerika Serikat melanjutkan tekanan terhadap Iran melalui kebijakan blokade terhadap sejumlah pelabuhan negara tersebut. Langkah itu menambah kompleksitas hubungan antara kedua pihak yang sebelumnya telah diwarnai ketegangan berkepanjangan.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil keputusan untuk memperpanjang penghentian permusuhan yang telah disepakati sebelumnya.
Kebijakan itu disebut bertujuan memberikan kesempatan kepada Iran untuk menyiapkan dan menyampaikan proposal perdamaian sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian yang lebih permanen.
Editor : Bayu Shaputra