Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Arab Saudi Kecam Peningkatan Serangan Israel di Lebanon, Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Negara

Bayu Shaputra • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:31 WIB
Petugas berwenang sedang mengevakuasi korban serangan Israel di Lebanon. (Instagram/aljazeeraenglish)
Petugas berwenang sedang mengevakuasi korban serangan Israel di Lebanon. (Instagram/aljazeeraenglish)

 

RADARSITUBONDO.ID - Arab Saudi menyampaikan kecaman atas meningkatnya serangan militer Israel di wilayah Lebanon. Pemerintah Kerajaan menegaskan kembali penolakannya terhadap segala bentuk pelanggaran kedaulatan Lebanon di tengah memburuknya situasi keamanan di kawasan tersebut.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Senin (1/6), Riyadh menyoroti eskalasi operasi militer Israel yang dinilai mengancam stabilitas dan keamanan Lebanon. Arab Saudi juga mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata dalam menghentikan agresi yang terus berlangsung.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyerukan kepada komunitas internasional untuk “memikul tanggung jawabnya dalam mengakhiri agresi ini dan menghentikan pergerakan militer Israel yang bertujuan untuk memperluas invasi ke wilayah Lebanon.”

Baca Juga: Pasang Atap KDMP di Situbondo, Pekerja Asal Malang Tewas Jatuh dari Ketinggian

Arab Saudi menegaskan bahwa perlindungan terhadap kedaulatan Lebanon dan keselamatan warganya harus menjadi prioritas. Riyadh menilai upaya menjaga integritas wilayah Lebanon penting untuk memastikan keamanan dan stabilitas nasional tetap terjaga sesuai dengan kesepakatan serta perjanjian internasional yang berlaku.

Pemerintah Saudi juga kembali menyoroti pentingnya implementasi Perjanjian Taif sebagai fondasi dalam memperkuat otoritas negara Lebanon. Menurut Riyadh, penerapan kesepakatan tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh agar pemerintah Lebanon memiliki kewenangan penuh atas seluruh wilayah negaranya.

Selain itu, Arab Saudi menegaskan perlunya pelaksanaan keputusan pemerintah Lebanon yang membatasi kepemilikan dan penggunaan senjata hanya kepada negara serta lembaga-lembaga resmi yang sah. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat institusi negara sekaligus mencegah munculnya ancaman terhadap stabilitas dalam negeri.

Baca Juga: Ngaku TNI, Oknum Prada AL di Situbondo Diduga Aniaya Penjual Motor hingga Gigi Copot

Dalam pernyataan yang sama, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut kebijakan tersebut akan membantu menjamin “pemulihan keamanan dan stabilitas bagi Lebanon dan rakyatnya”.

Pernyataan Riyadh muncul di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon. Serangan terus berlangsung sejak awal Maret meski sebelumnya telah diberlakukan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April.

Kesepakatan tersebut kemudian diperpanjang selama 45 hari setelah berlangsungnya pembicaraan tidak langsung yang dimediasi Amerika Serikat.

Meski terdapat upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan, situasi di lapangan masih menunjukkan peningkatan aktivitas militer. Pemerintah Israel dalam beberapa waktu terakhir disebut memperluas operasi yang dilakukan di sejumlah wilayah Lebanon.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menginstruksikan peningkatan intensitas serangan. Dalam perkembangan terbaru, pasukan Israel juga mengambil alih Kastil Beaufort, salah satu lokasi strategis yang memiliki nilai penting bagi Lebanon.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Situbondo Meninggal di Makkah, Sempat Keluhkan Nyeri Dada dan Dirawat

Eskalasi yang terus terjadi memunculkan kekhawatiran baru terkait stabilitas kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara terus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomatik guna mencegah konflik yang lebih luas serta mengurangi dampak kemanusiaan yang ditimbulkan akibat meningkatnya ketegangan di perbatasan kedua negara.

Editor : Bayu Shaputra
#Israel #lebanon #arab saudi