Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

IAEA Bocorkan Sinyal Positif Dialog Iran-AS, Kesepakatan Nuklir Disebut Tinggal Selangkah Lagi

Bayu Shaputra • Sabtu, 6 Juni 2026 | 08:19 WIB
Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026.  (Jawapos)
Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Jawapos)

 

RADARSITUBONDO.ID - Iran dan Amerika Serikat disebut semakin dekat mencapai kesepakatan terkait program nuklir Teheran. Sinyal positif itu disampaikan langsung Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.

Dalam konferensi pers pada Jumat (5/6), Grossi mengungkapkan bahwa pihaknya melihat peluang besar tercapainya kesepakatan antara kedua negara yang selama bertahun-tahun terlibat ketegangan terkait isu nuklir Iran.

"Seperti diketahui, kami bukan pihak yang terlibat dalam proses ini, tetapi kami menjaga komunikasi secara terpisah dengan masing-masing pihak. Kami menilai bahwa mereka (Iran dan AS) sebentar lagi akan sepakat terkait isu nuklir," kata Grossi.

Meski tidak terlibat langsung dalam perundingan, IAEA terus menjalin komunikasi dengan Washington maupun Teheran untuk memantau perkembangan negosiasi.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Jalur Pantura Situbondo, Dua Truk dan Minibus Ringsek, Jalan Macet Total!

Grossi menjelaskan bahwa sejumlah isu di luar aspek teknis nuklir bukan berada dalam lingkup kewenangan IAEA. Namun, menurut dia, kesepakatan yang sedang dibahas tetap memungkinkan untuk diwujudkan dari sisi teknis.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah melakukan pembahasan mengenai perkembangan tersebut dengan perwakilan Rusia, China, dan Iran.

"Pada dasarnya, saya pikir rapat itu untuk menegaskan pendekatan dasar yang akan mereka tempuh terkait hal ini, dan khususnya mereka menganggap perlu bagi saya untuk mengakui bahwa akan sangat sulit bagi Iran untuk memenuhi kewajibannya dalam keadaan saat ini. Saya pun menegaskan kembali poin-poin saya, dan itulah yang terjadi," ujar Grossi.

Pernyataan itu muncul di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk wilayah Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Ketegangan yang sempat meningkat itu mendorong upaya diplomatik baru. Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata guna membuka ruang dialog dan pembicaraan damai.

Editor : Bayu Shaputra
#IAEA #Negosiasi nuklir #iran #Amerika Serikat