Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Iran Tuding AS Bertanggung Jawab atas Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Lebanon

Bayu Shaputra • Senin, 8 Juni 2026 | 12:35 WIB
Iran memperingati Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia.
Iran.

 

RADARSITUBONDO.ID - Iran menuding Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab langsung atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel di Lebanon.

Tuduhan itu disampaikan setelah ketegangan kembali memanas menyusul serangan rudal Iran ke wilayah utara Israel pada Ahad (7/6) malam.

Serangan rudal tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Teheran mengancam akan membalas serangan udara Israel yang menghantam pinggiran selatan Beirut, Lebanon.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah yang dalam beberapa bulan terakhir terus diwarnai aksi saling serang antara kelompok perlawanan dan militer Israel.

Baca Juga: Brasil Taklukkan Mesir 2-1, Ancelotti Kantongi Modal Berharga Menuju Piala Dunia 2026

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Washington tidak hanya bertanggung jawab atas tindakan Israel, tetapi juga atas dampak yang ditimbulkan dari meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.

"Pemerintah AS memikul tanggung jawab langsung atas pelanggaran gencatan senjata Israel (di Lebanon) dan juga konsekuensinya, serta atas setiap eskalasi ketegangan di Kawasan Timur Tengah," kata Kemlu Iran melalui Telegram.

Sebelumnya, Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa militer Israel melancarkan serangan ke pinggiran selatan Beirut sebagai respons atas penembakan yang dilakukan kelompok Hizbullah.

Baca Juga: Karat Rendah Cuma Dihargai Segini? Cek Papan Ambyar Harga Buyback Emas Perhiasan Hari Ini 6 Juni 2026

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara Israel menghantam dua apartemen di kawasan permukiman. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat sejak 2 Maret lalu. Saat itu, Hizbullah meluncurkan serangan roket dan drone ke wilayah Israel di tengah memanasnya konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.

Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, serta wilayah Lebanon bagian selatan dan timur.

Militer Israel juga menggelar operasi darat di kawasan selatan dan mengumumkan kampanye militer baru terhadap kelompok perlawanan tersebut.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui pembicaraan yang berlangsung di Washington pada 16 April. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai.

Baca Juga: Selisih Rp60 Ribu Per Gram! Ini Merek Emas Batangan Paling Murah Hari Ini Sabtu 6 Juni 2026

Namun, ketegangan tidak benar-benar mereda. Israel disebut terus melancarkan serangan ke puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap hari serta mempertahankan kendali tembakan di sejumlah wilayah perbatasan.

Kondisi tersebut memicu respons dari Hizbullah yang kembali melakukan operasi militer terhadap pasukan Israel.

Rangkaian serangan balasan dari kedua pihak pun membuat stabilitas keamanan di kawasan kembali berada dalam tekanan, sementara kekhawatiran terhadap potensi konflik yang lebih luas terus meningkat.

Editor : Bayu Shaputra
#as #Israel #iran #lebanon