RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmen Washington untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah menyusul tercapainya kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran guna mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social. Dia juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam berbagai konflik di kawasan, termasuk Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon, untuk tetap menjaga situasi kondusif agar proses diplomasi dapat berlanjut.
"Amerika Serikat berkomitmen pada perdamaian, dan kami mendorong semua pihak di kawasan Timur Tengah untuk tetap berkomitmen sehingga proses negosiasi dapat berjalan dengan baik," tulis Trump melalui platform Truth Social.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Bertahap, Iran dan AS Sepakati Gencatan Ketegangan 60 Hari
Trump menilai perkembangan terbaru tersebut mendapat respons positif dari pasar global. Menurut dia, harga minyak menunjukkan tren penurunan sementara pasar saham mengalami penguatan setelah adanya kemajuan dalam upaya penyelesaian konflik.
"Pasar menyambut positif perkembangan ini dengan harga minyak yang turun dan pasar saham yang menguat. Kami mengharapkan gencatan senjata penuh di semua front, termasuk di Lebanon, antara Hizbullah dan Israel," tulis Trump melanjutkan.
Sementara itu, Iran dan Amerika Serikat pada Minggu memastikan proses penyusunan nota kesepahaman telah rampung. Kedua negara kemudian menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh pada dini hari 18 Juni.
Penandatanganan memorandum itu menjadi langkah penting untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung selama hampir empat bulan. Kesepakatan tersebut sekaligus membuka jalan bagi perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran.
Berdasarkan isi memorandum, kedua negara memiliki waktu 60 hari untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi yang selama ini diberlakukan Amerika Serikat terhadap Teheran.
Selain isu nuklir, dokumen tersebut juga mengatur langkah-langkah deeskalasi di sektor maritim. Amerika Serikat dijadwalkan mengakhiri blokade laut, sementara Iran akan memulihkan kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia.
Editor : Bayu Shaputra