RADARSITUBONDO.ID - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah merampungkan draf pelonggaran sementara sanksi terhadap ekspor minyak Iran.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari rangkaian perundingan yang berlangsung di Swiss dalam kerangka implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.
Informasi itu disampaikan anggota tim perunding Iran, Hossein Ghorbanzadeh. Menurut dia, pembahasan teknis antara kedua negara telah menghasilkan rancangan kesepakatan terkait relaksasi sanksi yang selama ini membatasi ekspor minyak Iran
"Pembahasan teknis tersebut berakhir dengan perampungan draf terkait pelonggaran sementara sanksi yang dikenakan terhadap ekspor minyak Iran," katanya, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim.
Baca Juga: Selandia Baru Kejutkan Mesir, Finn Surman Bawa The All Whites Unggul di Babak Pertama
Ghorbanzadeh menjelaskan, agenda di Swiss tidak hanya berfokus pada pembahasan utama antara kedua negara. Sejumlah pertemuan teknis juga digelar secara terpisah untuk membahas berbagai isu yang memerlukan penyelesaian rinci sebelum implementasi kesepakatan.
Selain isu sanksi minyak, delegasi Iran turut membahas pencairan aset negara tersebut yang selama ini dibekukan. Pembahasan itu dilakukan dalam pertemuan terpisah dengan delegasi Qatar.
Menurut laporan Tasnim, Ghorbanzadeh juga menyatakan bahwa sejumlah ketentuan lain dalam memorandum yang dicapai di Islamabad belum akan diberlakukan hingga tercapai penyelesaian akhir untuk mengakhiri perang di Lebanon.
Perundingan AS-Iran dimulai pada Minggu (21/6) di kawasan resor Burgenstock, Swiss. Dialog tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut MoU Islamabad yang dirancang untuk membuka jalan menuju penghentian permanen konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sebelumnya, pada 14 Juni, Iran dan AS mengumumkan telah mencapai kesepahaman 14 poin melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri perang serta mendorong penyelesaian berbagai perselisihan melalui dialog dan negosiasi diplomatik.
MoU Islamabad resmi mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri, Gibran: Semoga Segera Pulih
Sejumlah poin penting dalam kesepakatan tersebut mencakup penghentian permusuhan di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap Iran.
Editor : Bayu Shaputra