Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Rusia Tegaskan Siap Damai dengan Ukraina, Dubes Sebut Putin Bersedia Temui Zelenskyy

Bayu Shaputra • Kamis, 25 Juni 2026 | 08:00 WIB
Bendera Rusia.
Bendera Rusia.

 

RADARSITUBONDO.ID - Rusia kembali menegaskan komitmennya untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov menyatakan Moskow sejak awal konflik telah membuka ruang negosiasi dan tetap siap melanjutkan pembahasan guna mengakhiri perang yang berlangsung sejak 2022.

“Sejak awal, mulai dari tahun 2022, kami telah mengatakan bahwa kami siap untuk kesepakatan damai,” kata Tolchenov dikutip dari Antara.

Menurut Tolchenov, pada 2022 Rusia dan Ukraina sebenarnya telah mencapai kesepakatan damai yang dirumuskan oleh kedua tim negosiasi. Saat itu, Rusia disebut tinggal menunggu penandatanganan dokumen perjanjian tersebut.

Baca Juga: Mengejutkan! Hingga Mei 2026, Perceraian di Situbondo Tembus 961 Kasus, Istri Jadi Penggugat Terbanyak

Namun, proses tersebut tidak berlanjut. Tolchenov menuding Perdana Menteri Inggris saat itu, Boris Johnson, membujuk Ukraina untuk melanjutkan perang sehingga kesepakatan yang telah disusun tidak pernah ditandatangani.

“Kami siap melanjutkan diskusi berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai. Baru-baru ini, Presiden Putin menyebutkan bahwa dia siap bertemu Zelenskyy jika Zelenskyy datang ke Moskow. Jadi, ini bukan masalah,” ujarnya.

Meski demikian, Tolchenov mengakui upaya mencapai perdamaian saat ini tidak mudah. Menurutnya, sejumlah negara Eropa masih mendorong Kiev untuk melanjutkan konflik dengan Rusia sehingga peluang kesepakatan menjadi lebih sulit diwujudkan.

Baca Juga: Investor Mengaku Ditipu, Dana Rp 405 Juta untuk Dapur SPPG Hilang, Kasusnya Masuk Polres Situbondo

Dalam paparannya, Tolchenov menegaskan bahwa Rusia menginginkan perjanjian damai yang bersifat komprehensif, berjangka panjang, dan berkelanjutan. Kesepakatan tersebut, kata dia, harus mempertimbangkan kepentingan nasional Rusia secara menyeluruh.

“Ini termasuk tidak adanya pangkalan NATO di wilayah Ukraina, status non-nuklir dan non-blok Ukraina, penghormatan terhadap hak asasi manusia minoritas nasional di Ukraina, termasuk warga negara berbahasa Rusia dan warga Rusia di wilayah Ukraina,” jelasnya.

Selain aspek keamanan dan politik, Rusia juga menilai persoalan wilayah harus menjadi bagian dari perjanjian damai. Tolchenov menyebut sejumlah wilayah yang dianggap telah memiliki status jelas bagi Rusia, yakni Krimea, Kherson, Donetsk, Lugansk, dan Zaporozhye.

Menurut dia, seluruh isu tersebut perlu dimasukkan ke dalam kerangka kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina agar tercipta penyelesaian yang permanen dan berkelanjutan.

Dia menegaskan bahwa Rusia tetap membuka peluang dialog dalam berbagai format guna mencapai penyelesaian konflik yang dapat diterima kedua belah pihak.

Editor : Bayu Shaputra
#Sergey Tolchenov #Zelenskyy #Vladimir Putin #Rusia #Ukraina