RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu pagi mengumumkan pasukan angkatan lautnya telah menargetkan posisi militer Amerika Serikat sebagai respons atas dugaan "agresi" Washington di wilayah selatan Iran.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, IRGC menyatakan Amerika Serikat telah melanggar komitmen yang berkaitan dengan gencatan senjata setelah melancarkan serangan udara di kawasan pesisir Iran.
Sebagai balasan, IRGC menyebut pasukan angkatan lautnya melakukan serangan terhadap posisi militer AS di berbagai wilayah.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Naik Jadi 920 Orang, Ribuan Terluka
Mereka juga memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons yang "lebih luas dan lebih kuat".
Selain itu, IRGC menegaskan pengaturan yang mengatur navigasi melalui Selat Hormuz berada di bawah kesepahaman yang telah dicapai dengan Iran. Teheran menuduh Washington berupaya melanggar komitmen tersebut melalui "provokasi."
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya menyerang sejumlah situs rudal, drone, dan radar Iran.
Serangan itu dilakukan setelah Washington menuduh Teheran berada di balik serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Editor : Bayu Shaputra