Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

AS Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata, Saling Serang Kembali Guncang Selat Hormuz

Bayu Shaputra • Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:08 WIB
Selat Hormuz. (The Guardian)
Selat Hormuz. (The Guardian)

 

RADARSITUBONDO.ID - Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat aksi saling serang yang mengancam runtuhnya kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah.

Washington menuduh Teheran melanggar perjanjian damai setelah sebuah kapal kargo diserang di Selat Hormuz, sementara Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Eskalasi terbaru itu berpotensi menggagalkan proses negosiasi damai yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Situasi juga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi energi paling strategis di dunia.

Baca Juga: Scaloni Pastikan Lionel Messi Tidak Starter Lawan Yordania, Ini Alasannya

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026), menyatakan serangan militer AS dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

CENTCOM menyebut tindakan Iran sebagai "agresi yang tidak beralasan oleh pasukan Iran terhadap pelayaran komersial" yang "secara jelas melanggar gencatan senjata".

Dalam operasi balasan tersebut, militer AS menargetkan sejumlah lokasi penyimpanan rudal dan drone milik Iran, termasuk posisi radar pesisir.

"Respons tegas terhadap serangan kemarin terhadap sebuah kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz," tegas CENTCOM dalam pernyataannya.

Baca Juga: Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Naik Jadi 920 Orang, Ribuan Terluka

Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan sebuah ledakan terdengar pada Jumat (26/6) tengah malam di dermaga Taherouyeh, Sirik, wilayah selatan Iran.

Laporan itu mengutip seorang reporter di lokasi yang menyebut ledakan terjadi di kawasan pelabuhan. Seorang sumber militer setempat mengatakan ledakan dipicu oleh hantaman sebuah proyektil.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam dugaan serangan drone Iran terhadap kapal kargo tersebut.

"Jelas sekali, ini adalah pelanggaran bodoh terhadap perjanjian gencatan senjata kita," sebutnya.

Baca Juga: Uruguay vs Spanyol 0-1, Alex Baena Jadi Penentu Kemenangan La Roja di Piala Dunia 2026

Wakil Presiden AS JD Vance juga mengeluarkan peringatan keras melalui akun media sosial X. Ia menegaskan bahwa "kekerasan akan dibalas dengan kekerasan" apabila Iran kembali melancarkan serangan.

Tak lama berselang, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai balasan atas operasi militer Washington.

"Jika agresi berulang, respons kami akan lebih luas daripada ini," tegas IRGC memperingatkan.

Rangkaian aksi saling serang tersebut kembali menimbulkan ketidakpastian terhadap masa depan gencatan senjata antara kedua negara.

Selain itu, stabilitas Selat Hormuz kini menjadi sorotan karena jalur tersebut memegang peran vital bagi perdagangan minyak dan pelayaran internasional di tengah negosiasi lanjutan untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Editor : Bayu Shaputra
#as #iran #Selat Hormuz