Konflik Iran dan AS Kian Memanas, Iran Sebut Siap Hadapi Invasi Darat Amerika Serikat

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:00 WIB
Orang-orang menghadiri upacara pemakaman di Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (ANTARA)
Orang-orang menghadiri upacara pemakaman di Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (ANTARA)

 

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer Iran menyatakan telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan serangan baru dari Washington, termasuk jika terjadi invasi darat.

Pernyataan tersebut muncul di tengah berlanjutnya operasi militer Amerika Serikat terhadap sasaran-sasaran di Iran yang kini memasuki malam ke-12 secara berturut-turut.

Seorang sumber militer Iran mengungkapkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam telah meningkatkan kesiapan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi apabila konflik terus berkembang.

Menurutnya, seluruh skenario telah dipersiapkan guna menghadapi setiap bentuk agresi yang mungkin dilakukan Amerika Serikat.

"Angkatan bersenjata kami telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi setiap serangan baru dari AS, terutama jika Washington melakukan kesalahan dengan melancarkan invasi darat," kata sumber tersebut, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Timnas Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Hadiah Rp895 Miliar Terancam Dipotong Pajak Amerika Serikat

Sumber itu menegaskan bahwa Iran tidak hanya bersiap menghadapi serangan konvensional, tetapi juga telah memperhitungkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir maupun infrastruktur strategis lainnya.

Ia memperingatkan bahwa apabila serangan semacam itu kembali dilakukan, respons Iran akan jauh lebih besar dari yang diperkirakan Amerika Serikat.

Menurutnya, setiap serangan ulang terhadap fasilitas nuklir atau infrastruktur penting Iran akan dibalas dengan tindakan yang melampaui kalkulasi Washington.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas Teheran yang menilai negaranya siap menghadapi eskalasi konflik apabila situasi semakin memburuk.

Di sisi lain, sumber militer tersebut juga menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai justru berdampak pada meningkatnya kesiapan tempur angkatan bersenjata Iran.

Ancaman yang disampaikan Washington disebut telah mendorong militer Republik Islam untuk memperkuat kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk skenario invasi darat.

Baca Juga: Batang Diduga Terbakar, Pohon Arabika Roboh Tutup Total Jalan Desa Bayeman Selama Satu Jam

Lebih lanjut, sumber itu menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas seluruh konsekuensi apabila ketegangan terus meningkat hingga memicu konflik yang lebih luas.

"Tanggung jawab atas segala konsekuensi dari meningkatnya eskalasi ketegangan berada di pihak Washington," tegas sumber tersebut.

Sementara itu, di saat Iran menyatakan kesiapan militernya, Amerika Serikat kembali melanjutkan operasi militer terhadap sasaran di Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan tambahan kembali dilancarkan dan menjadi operasi malam ke-12 secara berturut-turut.

CENTCOM menjelaskan bahwa pasukan Amerika mulai melaksanakan serangan lanjutan terhadap sasaran militer Iran sesuai arahan Panglima Tertinggi pada Rabu pukul 17.30 waktu Timur Amerika Serikat atau Kamis pukul 04.30 WIB.

Baca Juga: Dua Tahun Tak Setor Dividen, DPRD Minta BPRS Situbondo Segera Bangkit dan Kembali Dongkrak PAD

Melalui pernyataan yang diunggah di platform X, CENTCOM menyebut operasi tersebut masih akan terus berlangsung sebagai bagian dari upaya mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran di kawasan.

"Misi ini akan terus berlanjut untuk semakin mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan kawasan," tulis CENTCOM melalui platform X.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih belum mereda. Di satu sisi, Iran menegaskan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan serangan, termasuk invasi darat, sementara di sisi lain Amerika Serikat terus melanjutkan operasi militernya dengan alasan menjaga keamanan jalur pelayaran dan mengurangi kemampuan militer Iran. Situasi tersebut membuat dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah tetap menjadi perhatian dunia.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
Invasi iran Amerika Serikat