Iran Klaim Jalur Selatan Selat Hormuz Dipasangi Ranjau, IRGC Peringatkan Amerika Serikat

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:35 WIB
Selat Hormuz. (The Guardian)
Selat Hormuz. (The Guardian)

 

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah memanasnya situasi menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran.

Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebbi, pada Rabu (22/7), mengatakan jalur selatan Selat Hormuz kini telah dipasangi ranjau. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap perkembangan terbaru yang melibatkan keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.

Baca Juga: Konflik Iran dan AS Kian Memanas, Iran Sebut Siap Hadapi Invasi Darat Amerika Serikat

Menurut Mohebbi, keberadaan ranjau di jalur selatan Selat Hormuz akan berdampak besar terhadap kepentingan pihak yang mencoba memanfaatkan rute tersebut. Ia juga memperingatkan agar tidak mengikuti kebijakan yang menurutnya didorong oleh Amerika Serikat.

“Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat,” kata Mohebbi, dikutip dari Antara.

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Iran.

Pada hari yang sama, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, termasuk yang berada di ibu kota Teheran, setiap kali Republik Islam tersebut melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Timnas Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Hadiah Rp895 Miliar Terancam Dipotong Pajak Amerika Serikat

Ancaman tersebut semakin mempertegas meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang selama ini bersitegang terkait keamanan kawasan Teluk dan jalur pelayaran internasional.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi pintu keluar utama bagi distribusi minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global.

Setiap perkembangan yang berkaitan dengan keamanan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan dan energi internasional.

Sementara itu, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ahmad Bakhshayesh Ardestani, sebelumnya menyampaikan pandangannya mengenai situasi yang berkembang di Selat Hormuz.

Ia menilai upaya Amerika Serikat untuk mengalihkan lalu lintas pelayaran melalui jalur selatan yang berada di wilayah Oman justru menjadi salah satu pemicu meningkatnya eskalasi.

Menurutnya, Teheran menginginkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz tetap menggunakan jalur yang berada di bawah wilayah Iran.

Baca Juga: Batang Diduga Terbakar, Pohon Arabika Roboh Tutup Total Jalan Desa Bayeman Selama Satu Jam

Pernyataan dari pejabat Iran tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kepentingan terkait pengaturan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Di tengah meningkatnya saling ancam antara Washington dan Teheran, situasi di kawasan itu terus menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi keamanan maritim serta stabilitas kawasan Timur Tengah.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
iran Selat Hormuz IRGC Donald Trump