Iran Respons Ancaman Donald Trump, Sebut Negara Sekutu AS Berisiko Gelap Gulita

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:15 WIB
Serangan udara Israel menyerang infrastruktur energi Iran.
Serangan udara Israel menyerang infrastruktur energi Iran.

 

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah muncul saling ancam terkait kemungkinan serangan terhadap infrastruktur strategis. Iran menegaskan tidak akan tinggal diam apabila pembangkit listrik maupun jembatan di wilayahnya menjadi sasaran serangan militer Washington.

Panglima Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Seyed Majid Mousavi mengatakan, setiap tindakan yang menyasar infrastruktur penting Iran akan memunculkan konsekuensi yang lebih luas bagi negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan.

"Jika jembatan-jembatan dan pembangkit-pembangkit listrik kami diserang, terputusnya aliran listrik di negara-negara sekutu (AS) tak akan terhindarkan," kata Mousavi, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 23 Juli, Leo Panen Keberuntungan, Scorpio Harus Waspada!

Pernyataan tersebut menjadi respons langsung terhadap peringatan yang sebelumnya disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Trump mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau satu pembangkit listrik di Iran setiap kali kapal yang melintas di Selat Hormuz menjadi sasaran serangan dari Iran.

Pernyataan saling ancam itu menambah panas hubungan kedua negara yang dalam beberapa waktu terakhir kembali diwarnai ketegangan, terutama terkait keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Kawasan tersebut menjadi salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia sehingga setiap eskalasi konflik berpotensi memengaruhi stabilitas regional.

Baca Juga: Konflik Iran dan AS Kian Memanas, Iran Sebut Siap Hadapi Invasi Darat Amerika Serikat

Mousavi menegaskan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk memberikan respons terhadap setiap serangan yang diarahkan ke fasilitas vital negaranya.

Menurut dia, serangan terhadap infrastruktur sipil maupun strategis tidak hanya akan berdampak pada Iran, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi bagi kepentingan negara-negara yang bersekutu dengan Washington.

Di sisi lain, Komando Pusat Khatam Al-Anbiya Iran turut mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan langkah balasan yang akan diambil Teheran apabila ancaman dari Amerika Serikat benar-benar diwujudkan.

Komando tersebut menyatakan bahwa apabila Washington melaksanakan ancamannya terhadap infrastruktur Iran, respons yang diberikan Teheran tidak akan terbatas pada upaya memblokade ekspor minyak di kawasan.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa Iran telah menyiapkan berbagai opsi sebagai bentuk balasan apabila terjadi serangan terhadap fasilitas strategis di dalam negeri.

Meski demikian, otoritas Iran tidak merinci langkah-langkah yang dimaksud maupun target yang berpotensi menjadi sasaran.

Baca Juga: Pemkab Situbondo Pastikan Tak Ada Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu pada 2026

Ancaman dari kedua belah pihak memperlihatkan meningkatnya tensi hubungan Iran dan Amerika Serikat.

Situasi tersebut juga memunculkan kekhawatiran akan meluasnya dampak terhadap stabilitas keamanan dan aktivitas ekonomi di kawasan Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan jalur pelayaran dan distribusi energi global.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
iran Selat Hormuz IRGC Amerika Serikat Donald Trump