Radarsitubondo.id - Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7), memunculkan gelombang solidaritas dari masyarakat di ibu kota. Salah satu bentuk dukungan yang terlihat nyata adalah membludaknya pengunjung di Toko Ginza Kumamotokan, pusat penjualan produk khas Kumamoto yang berlokasi di Tokyo.
Sejak gempa terjadi, toko tersebut dipadati warga yang ingin membantu masyarakat terdampak. Antrean panjang terlihat setiap hari di depan gerai, dengan banyak pengunjung membeli produk lokal Kumamoto maupun memberikan donasi secara langsung sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana.
Menurut Kantor Perwakilan Pemerintah Prefektur Kumamoto di Tokyo, lonjakan pengunjung yang terjadi tergolong luar biasa. Pada Rabu (29/7), nilai penjualan bahkan tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan penjualan saat puncak musim liburan atau hari-hari tersibuk biasanya.
Baca Juga: YouTube Kena Tegur Komdigi! Konten Promosi Vape Libatkan Anak-Anak Picu Kemarahan Publik
"Sangat jarang melihat antrean sepanjang ini di depan toko," ungkap salah seorang pejabat dari kantor perwakilan tersebut.
Berbagai produk khas Kumamoto menjadi buruan pengunjung. Di antara yang paling diminati adalah ikinari dango, kue tradisional berbahan ubi dan pasta kacang manis, serta karashi renkon, hidangan khas berupa akar teratai yang diisi mustard. Kedua produk tersebut laris terjual sebagai bentuk dukungan nyata kepada pelaku usaha dan masyarakat setempat yang terdampak gempa.
Kisah haru juga datang dari para pembeli. Seorang perempuan wiraswasta berusia 56 tahun dari Kota Urayasu, Prefektur Chiba, mengaku memiliki kerabat di Kota Hikawa yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Ia mengatakan pembelian produk-produk Kumamoto merupakan cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu. “Saya membeli barang-barang ini karena hanya itu yang bisa saya lakukan saat ini,” ujarnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 3 Agustus 2026, Ada yang Ketiban Rezeki Nomplok, Ada Terancam Kehilangan!
Selain membeli makanan khas, ia juga berencana membeli peluit bermaskot Kumamon untuk dibagikan kepada keluarganya. Menurutnya, peluit tersebut dapat digunakan sebagai alat pemberi sinyal dalam situasi darurat jika terjadi bencana di masa mendatang.
Dukungan serupa datang dari seorang karyawan perusahaan berusia 64 tahun asal Itabashi, Tokyo. Ia mengaku baru saja melakukan perjalanan bisnis ke Kota Kumamoto pada Juli lalu dan merasa memiliki kedekatan emosional dengan wilayah tersebut.
Menurutnya, siapa pun bisa menjadi korban bencana alam kapan saja. Karena itu, ia memilih membeli sejumlah produk khas Kumamoto sebagai bentuk solidaritas kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Tak hanya melalui pembelian produk, bantuan juga mengalir melalui kotak donasi yang disediakan di dalam toko. Dalam kurun waktu dua hari saja, yakni Rabu dan Kamis, total sumbangan yang terkumpul telah mencapai sekitar 2 juta yen.
Pejabat senior Kantor Perwakilan Kumamoto di Tokyo, Mitsuo Matsuoka, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian masyarakat yang terus berdatangan. Ia menilai dukungan tersebut menjadi sumber semangat yang sangat berarti bagi warga Kumamoto yang sedang berjuang memulihkan diri pascabencana.
Baca Juga: Juventus Resmi Permanenkan Randal Kolo Muani dari PSG, Kontrak hingga 2031
Matsuoka berharap gelombang solidaritas dari masyarakat Jepang dapat terus berlanjut sehingga proses pemulihan di wilayah terdampak gempa dapat berjalan lebih cepat dan membantu para korban bangkit dari masa sulit.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa di tengah musibah besar, rasa empati dan kebersamaan masyarakat tetap menjadi kekuatan penting dalam membantu daerah yang sedang tertimpa bencana.(*)
Editor : Titin Wulandari