RADARSITUBONDO.ID - Roket Long March 7A milik China meledak hanya 85 detik setelah peluncuran dari Pusat Peluncuran Antariksa Wenchang, Provinsi Hainan, Senin malam (11/8). Insiden tersebut menggagalkan misi pengiriman satelit komunikasi ChinaSat-4B atau Zhongxing-4B ke orbit dan menjadi salah satu kegagalan paling menonjol dalam program antariksa China dalam beberapa tahun terakhir.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan roket berubah menjadi bola api besar sesaat setelah meninggalkan landasan peluncuran. Otoritas China mengonfirmasi terjadi anomali selama penerbangan dan menyatakan penyebab insiden masih dalam penyelidikan.
Long March 7A Meledak Tak Lama Setelah Peluncuran
Long March 7A merupakan salah satu roket pengangkut satelit utama China. Roket ini dirancang untuk membawa muatan ke orbit transfer geostasioner dan selama ini dikenal memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.
Namun dalam misi ke-18, roket tersebut mengalami kegagalan fatal. Berdasarkan rekaman peluncuran, Long March 7A tampak pecah di udara sebelum akhirnya meledak sekitar 85 detik setelah lepas landas dari Wenchang Space Launch Site.
Kantor berita resmi Xinhua mengonfirmasi insiden itu sekitar tiga jam setelah peluncuran berlangsung. Dalam pernyataannya, Xinhua hanya menyebut roket mengalami "anomali selama penerbangan" tanpa menjelaskan detail teknis penyebab kegagalan.
Information Gain: Respons resmi yang relatif singkat menarik perhatian pengamat antariksa internasional. Dalam sejumlah kegagalan peluncuran sebelumnya, China biasanya memberikan informasi teknis yang terbatas hingga proses investigasi selesai dilakukan.
Satelit ChinaSat-4B Gagal Dikirim ke Orbit
Long March 7A membawa satelit Zhongxing-4B atau ChinaSat-4B. Satelit tersebut dirancang untuk mendukung layanan komunikasi, penyiaran radio, televisi, dan transmisi data.
Akibat ledakan tersebut, satelit diperkirakan hilang bersama roket pembawanya sebelum mencapai orbit yang ditargetkan.
Kegagalan ini menjadi kemunduran bagi sektor komunikasi satelit China yang terus memperluas jaringan layanan domestik maupun internasional.
Media Sosial China Ramai Bahas Ledakan Roket
Video ledakan Long March 7A sempat beredar di sejumlah platform media sosial China. Namun sebagian besar konten yang bertahan berasal dari akun media resmi atau afiliasi pemerintah.
Sejumlah pengamat mencatat bahwa video yang diunggah pengguna umum terlihat sulit ditemukan di hasil pencarian platform populer seperti Xiaohongshu dan Douyin.
Dalam salah satu video yang beredar, terdengar suara kaget penonton ketika roket terlihat terpecah di udara sebelum ledakan besar terjadi.
Ambisi Antariksa China Hadapi Ujian
Presiden China Xi Jinping menargetkan negaranya menjadi salah satu pemimpin dunia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa pada 2050. Untuk mencapai target tersebut, China berinvestasi besar dalam pengembangan satelit, eksplorasi Bulan, stasiun luar angkasa, hingga teknologi roket yang dapat digunakan kembali.
Kegagalan Long March 7A memang tidak secara langsung mengubah arah program antariksa China. Namun insiden ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi peluncuran tetap menghadapi risiko tinggi, bahkan pada roket yang sudah beroperasi secara rutin.
Pendiri SpaceX, Elon Musk, turut menanggapi insiden tersebut melalui platform X dengan komentar singkat, "Rockets are insanely hard."
Pernyataan itu mencerminkan realitas industri antariksa global. Bahkan perusahaan yang paling berpengalaman sekalipun masih menghadapi kegagalan dalam proses pengembangan dan pengoperasian roket.
Peluncuran Roket Reusable Zhuque-3 Ikut Tertunda
Setelah insiden Long March 7A, peluncuran Zhuque-3 yang dijadwalkan berlangsung di Jiuquan dilaporkan mengalami penundaan.
Zhuque-3 merupakan proyek penting bagi China karena menjadi salah satu upaya paling serius untuk mengembangkan roket reusable atau dapat digunakan kembali, teknologi yang saat ini menjadi standar baru industri peluncuran satelit global.
Roket tersebut dikembangkan oleh perusahaan swasta China, LandSpace. Pada uji terbang sebelumnya, tahap pertama roket sempat mengalami kebakaran sebelum jatuh di dekat lokasi pemulihan.
Namun pada pengujian terbaru bulan lalu, China berhasil memulihkan booster tahap pertama setelah mendarat di platform terapung. Keberhasilan itu dipandang sebagai kemajuan signifikan dalam pengembangan teknologi roket reusable nasional.
Info penting! Kegagalan Long March 7A dan penundaan Zhuque-3 terjadi pada momen ketika China sedang berusaha mengejar dominasi SpaceX dalam teknologi peluncuran berbiaya rendah. Karena itu, setiap keberhasilan maupun kegagalan kini memiliki dampak strategis yang lebih besar dibanding beberapa tahun lalu.
Mengenal Long March 7A
Long March 7A dikembangkan oleh China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), anak perusahaan dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).
Spesifikasi utama Long March 7A:
- Panjang sekitar 60 meter
- Menggunakan tiga tahap peluncuran
- Memiliki empat booster tambahan
- Kapasitas muatan hingga 7 ton ke orbit transfer geostasioner (GTO)
- Tidak dirancang untuk digunakan kembali
- Melaksanakan misi ke-18 saat insiden terjadi
Kegagalan terbaru ini menjadi kegagalan kedua sejak roket tersebut pertama kali diterbangkan pada 2020.
Editor : Agung Sedana