RADARSITUBONDO.ID - Ledakan Long March 7A pada 11 Agustus 2026 menarik perhatian dunia bukan hanya karena kegagalan misinya, tetapi juga karena roket ini merupakan salah satu kendaraan peluncur paling penting dalam program antariksa China. Long March 7A selama ini menjadi tulang punggung peluncuran satelit komunikasi menuju orbit tinggi yang membutuhkan daya dorong besar dan tingkat presisi tinggi.
Kegagalan terbaru tersebut menjadi sorotan karena Long March 7A sebelumnya dikenal memiliki rekam jejak yang cukup baik sejak kembali beroperasi setelah kegagalan perdananya pada 2020.
Long March 7A Dirancang untuk Misi Orbit Tinggi
Long March 7A merupakan pengembangan dari keluarga Long March 7 yang dibuat oleh China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), bagian dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).
Roket ini secara khusus dirancang untuk mengirim satelit ke orbit transfer geostasioner (GTO), jalur yang umum digunakan satelit komunikasi sebelum berpindah ke orbit operasionalnya.
Berbeda dengan Long March 7 standar yang lebih banyak digunakan untuk misi orbit rendah, varian 7A memperoleh tambahan tahap ketiga berbahan bakar hidrogen cair dan oksigen cair sehingga mampu menjangkau orbit yang lebih tinggi.
Spesifikasi Long March 7A
- Tinggi: sekitar 58–60 meter
- Diameter inti: 3,35 meter
- Diameter maksimum dengan booster: sekitar 10 meter
- Bobot saat lepas landas: sekitar 573 ton
- Jumlah tahap: 3 tahap
- Jumlah booster: 4 unit
- Kapasitas ke orbit rendah (LEO): sekitar 12 ton
- Kapasitas ke orbit transfer geostasioner (GTO): sekitar 7 ton
- Gaya dorong saat lepas landas: sekitar 7.128 kilonewton
Sebagai gambaran, tinggi roket ini setara gedung 18 hingga 20 lantai. Dengan massa lebih dari setengah juta kilogram, Long March 7A termasuk kategori medium-lift launcher atau roket kelas menengah dengan kemampuan membawa muatan berat ke orbit tinggi.
Jantung Roket Ada pada Enam Mesin Utama
Kekuatan terbesar Long March 7A berasal dari kombinasi enam mesin berbahan bakar kerosin dan oksigen cair.
Tahap pertama menggunakan dua mesin YF-100, sedangkan empat booster samping masing-masing dibekali satu mesin YF-100 tambahan. Kombinasi tersebut menghasilkan daya dorong total sekitar 733 ton saat peluncuran.
Pada tahap kedua, roket menggunakan empat mesin YF-115 yang bertugas melanjutkan perjalanan menuju luar atmosfer. Setelah itu, tahap ketiga memakai dua mesin YF-75 berbahan bakar hidrogen cair yang dapat dinyalakan ulang untuk menempatkan satelit secara presisi ke orbit tujuan.
Penting! Tahap ketiga inilah yang menjadi pembeda utama Long March 7A dibanding Long March 7 biasa. Teknologi mesin hidrogen cair memberikan efisiensi lebih tinggi untuk misi orbit jauh, tetapi juga meningkatkan kompleksitas sistem peluncuran.
Mengapa Long March 7A Penting bagi China?
China saat ini mengoperasikan berbagai jenis roket Long March. Namun tidak semuanya mampu mengirim satelit komunikasi besar ke orbit geostasioner.
Long March 7A mengisi celah antara Long March 3B yang lebih tua dan Long March 5 yang berukuran jauh lebih besar. Posisi ini membuat Long March 7A menjadi salah satu aset strategis dalam program peluncuran satelit nasional China.
Roket ini kerap digunakan untuk membawa:
- Satelit komunikasi
- Satelit penyiaran televisi
- Satelit transmisi data
- Satelit militer dan eksperimental
- Muatan orbit geostasioner lainnya
- Belum Menggunakan Teknologi Reusable
Meski tergolong modern, Long March 7A masih merupakan roket sekali pakai atau expendable launch vehicle.
Setelah menyelesaikan misi, seluruh tahap roket akan terpisah dan jatuh kembali ke Bumi tanpa proses pemulihan. Hal ini berbeda dengan Falcon 9 milik SpaceX yang mampu mendarat kembali dan digunakan ulang.
Karena itu, China saat ini juga mengembangkan roket reusable seperti Zhuque-3 untuk mengejar efisiensi biaya peluncuran yang telah dicapai SpaceX.
Seberapa Besar Dampak Kegagalan Ini?
Menurut analis industri antariksa, kegagalan Long March 7A memang menjadi kemunduran bagi program peluncuran satelit orbit tinggi China. Namun dampaknya diperkirakan terbatas karena roket ini memiliki peran yang lebih spesifik dibanding kendaraan peluncur lain yang digunakan untuk konstelasi satelit orbit rendah.
Misi besar seperti Chang'e-7 yang akan menuju kutub selatan Bulan juga tidak diperkirakan terdampak karena menggunakan Long March 5, roket berbeda dengan kapasitas yang jauh lebih besar.
Editor : Agung Sedana