Trump Klaim Iran Ingin Berdamai dengan AS, Perang Disebut Segera Berakhir

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 11:32 WIB
Presiden Trump diam-diam borong obligasi senilai Rp 5,62 Triliun.
Presiden Trump diam-diam borong obligasi senilai Rp 5,62 Triliun.

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap adanya komunikasi langsung dengan Iran di tengah konflik yang masih berlangsung. Trump mengatakan Teheran disebut ingin mencapai kesepakatan dengan Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Rabu setelah dirinya tiba di North Carolina. Ia juga menyebut perang yang sedang dihadapi Amerika Serikat kini diharapkan mulai memasuki fase akhir.

Saat ditanya mengenai kondisi perang yang sedang berlangsung, Trump memberikan jawaban singkat. Ia berharap konflik tersebut tidak berlangsung lebih lama.

“Mudah-mudahan kita sudah mendekati akhir perang.”

Baca Juga: Basarnas Siapkan Operasi Salvage KM Virgo Transport 8, Libatkan Ahli Hong Kong dan AS

Trump kemudian mengatakan bahwa pihak Iran telah menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan. Namun, ia belum memastikan bagaimana proses komunikasi tersebut akan berkembang dan apakah benar-benar menghasilkan kesepakatan.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, dan kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti,” kata Trump kepada wartawan setelah mendarat di North Carolina.

Pernyataan Trump menjadi perhatian karena muncul ketika hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam situasi tegang. Terlebih, konflik tersebut telah berkembang hingga berdampak pada keamanan kawasan Timur Tengah.

Trump juga ditanya mengenai jalur komunikasi yang digunakan Iran untuk menyampaikan keinginan tersebut. Pertanyaan itu secara khusus menyoroti apakah informasi yang diterimanya berasal langsung dari pemerintah Iran atau melalui pihak ketiga.

Baca Juga: Dua Menteri Siap Orasi Ilmiah di Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy Sukorejo

Trump menjawab bahwa informasi tersebut diterimanya secara langsung dari pihak Iran. Klaim itu sekaligus menunjukkan adanya saluran komunikasi antara kedua negara di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.

“Mereka menghubungi kami secara langsung,” ujar Trump.

Komunikasi tersebut berlangsung ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat, terutama berkaitan dengan Selat Hormuz. Jalur perairan strategis tersebut memiliki posisi penting dalam perdagangan dan lalu lintas energi dunia.

Sebelumnya, kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni. Kesepahaman tersebut mengantisipasi pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai salah satu langkah awal menuju kesepakatan yang lebih luas untuk mengakhiri permusuhan.

Baca Juga: Bakar Sampah di Ladang, Nenek 62 Tahun Tewas Terjebak Kobaran Api

Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa proses menuju perdamaian masih menghadapi tantangan. Ketegangan militer dan kepentingan strategis masing-masing pihak tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan konflik.

Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sendiri meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Februari.

Serangan tersebut menyasar sejumlah objek strategis di Iran. Target yang disebut antara lain gedung-gedung pemerintahan, fasilitas militer, infrastruktur rudal, serta sistem pertahanan udara.

Serangan itu kemudian mendapat respons dari Iran. Teheran melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone yang diarahkan ke Israel serta sejumlah pangkalan Amerika Serikat di berbagai wilayah.

Situasi tersebut membuat konflik tidak lagi terbatas pada konfrontasi langsung antara negara-negara yang terlibat. Dampaknya turut merembet ke sejumlah wilayah lain di kawasan Timur Tengah.

Di tengah eskalasi tersebut, jalur diplomasi tetap menjadi salah satu upaya untuk menghentikan permusuhan. Komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat terus menjadi perhatian karena dapat menentukan arah konflik berikutnya.

Pernyataan Trump mengenai komunikasi langsung dengan Iran pun membuka perkembangan baru dalam situasi tersebut.

Meski demikian, Trump belum memberikan rincian mengenai bentuk kesepakatan yang sedang dibicarakan maupun tahapan yang akan ditempuh kedua pihak.

Trump hanya menegaskan bahwa Iran disebut menginginkan kesepakatan. Hasil dari komunikasi tersebut masih harus dilihat seiring berjalannya proses diplomasi.

Jika komunikasi tersebut berkembang menjadi kesepakatan, pembukaan kembali Selat Hormuz dapat menjadi salah satu isu penting yang ikut dibahas.

Sebab, stabilitas jalur tersebut berkaitan erat dengan keamanan kawasan dan aktivitas perdagangan internasional.

Baca Juga: Bakar Sampah di Ladang, Nenek 62 Tahun Tewas Terjebak Kobaran Api

Untuk saat ini, pernyataan Trump menjadi sinyal bahwa jalur komunikasi antara Washington dan Teheran masih terbuka meski konflik belum sepenuhnya berakhir.

Presiden Amerika Serikat itu juga menyampaikan harapan agar perang segera memasuki tahap akhir.

Namun, belum ada kepastian mengenai kapan konflik benar-benar akan berakhir. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses negosiasi serta langkah yang diambil masing-masing pihak dalam beberapa waktu ke depan.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
iran perang iran Amerika Serikat Donald Trump