RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Inggris mengambil langkah terbatas untuk membantu Arab Saudi menghadapi serangkaian serangan kelompok Houthi dari Yaman.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyetujui permintaan Riyadh untuk mendapatkan dukungan militer berupa pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat Arab Saudi.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari langkah defensif Inggris di tengah meningkatnya serangan Houthi yang menyasar sejumlah wilayah strategis dan fasilitas energi Arab Saudi.
Dukungan Inggris disebut bersifat terbatas serta tidak diarahkan untuk memperluas keterlibatan militer dalam konflik.
Baca Juga: Dua Paripurna DPRD Situbondo dalam Sehari, P-APBD 2026 Disahkan, Defisit Rp159 M Ditutup SiLPA
Burnham mengatakan keputusan itu diambil setelah pemerintah Arab Saudi secara resmi meminta bantuan militer. Persetujuan diberikan setelah mendapat masukan dari Menteri Pertahanan Wes Streeting dan Menteri Luar Negeri Ed Miliband.
"Kami telah menerima permohonan dukungan militer dari Kerajaan Arab Saudi, dan atas saran Menteri Pertahanan serta Menteri Luar Negeri, tadi malam saya menyetujui hal tersebut bagi layanan pengisian bahan bakar di udara yang bersifat defensif; itulah kesepakatan yang telah kami berikan," pernyataan Burnham di platform X sebagaimana dilaporkan dalam pemberitaan terkait keputusan tersebut, dikutip dari Antara.
Dukungan itu tidak diberikan dalam bentuk operasi tempur Inggris secara langsung. Royal Air Force atau RAF akan menyediakan kemampuan pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat Arab Saudi yang menjalankan misi pertahanan.
Pemerintah Inggris juga menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bersifat time-limited.
Artinya, bantuan tidak diberikan tanpa batas waktu dan pelaksanaannya akan terus ditinjau oleh pemerintah Inggris. Laporan terbaru menyebut dukungan tersebut diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan.
Langkah London tersebut muncul ketika situasi keamanan di sekitar Arab Saudi kembali memanas. Kelompok Houthi yang menguasai sejumlah wilayah di Yaman dalam beberapa hari terakhir melancarkan serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak.
Baca Juga: Sidang Mediasi Klinik Bismillah, Pasien Klaim Dilecehkan dan Gugat Rp270 Juta
Pada Sabtu (19/9), Houthi mengumumkan telah melancarkan serangan rudal terhadap sejumlah target strategis di Riyadh. Kelompok tersebut juga mengklaim menyerang fasilitas yang berkaitan dengan perusahaan minyak Saudi Aramco di wilayah barat Arab Saudi.
Serangan itu disebut sebagai respons terhadap serangan yang terjadi di Yaman. Houthi menyatakan penggunaan rudal dan drone menjadi bagian dari serangan mereka terhadap sasaran-sasaran di Arab Saudi.
Salah satu serangan yang diklaim Houthi sebelumnya menargetkan Riyadh. Serangan tersebut dilaporkan berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.
Di saat yang sama, aktivitas Houthi di kawasan Laut Merah dan jalur pelayaran strategis ikut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu arus perdagangan dan distribusi energi.
Bagi Inggris, keputusan memberikan dukungan defensif kepada Arab Saudi tidak hanya berkaitan dengan hubungan pertahanan kedua negara.
Pemerintah Inggris juga mengaitkannya dengan kepentingan menjaga stabilitas kawasan dan mencegah gangguan lebih luas terhadap jalur strategis.
Burnham sebelumnya menyatakan dukungan kepada Riyadh dalam pembicaraan dengan mitranya dari Arab Saudi. Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband juga telah menyampaikan dukungan kepada Arab Saudi ketika serangan Houthi terus meningkat.
Baca Juga: Viral Video VC Melet Moreno Soeprapto Saat Rapat DPR, Ini Cerita Lengkapnya
Keputusan tersebut menjadi salah satu langkah militer penting yang diambil Burnham sejak menjabat sebagai perdana menteri.
Namun, bentuk bantuan yang disetujui tetap dibatasi pada dukungan defensif, khususnya kemampuan pengisian bahan bakar udara bagi pesawat Arab Saudi.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA