Radarsitubondo.id - Sebuah video yang menampilkan replika Ka'bah di ruang publik Kota Dhamar, Yaman bagian tengah, mendadak menjadi sorotan setelah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang terlihat mengelilingi bangunan yang dibuat menyerupai Ka'bah dan melaksanakan salat di sekitarnya.
Kemunculan replika tersebut memicu perdebatan di tengah masyarakat Yaman. Sejumlah warga dan aktivis mempertanyakan alasan pembangunan struktur yang menyerupai Ka'bah di sebuah jalan umum, terlebih lokasi tersebut kemudian digunakan untuk kegiatan keagamaan.
Media lokal Al Mashhad Al Yemeni melaporkan, bangunan menyerupai Ka'bah itu didirikan di salah satu ruas jalan di wilayah Dhamar. Rekaman aktivitas di sekitar replika kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial dan mengundang beragam respons.
Baca Juga: Ed Sheeran Akhirnya Buka Suara soal Gaza, Kontroversi Macklemore di Tur Musiknya Makin Memanas
Sebagian aktivis dan pengamat setempat menyampaikan kritik terhadap kegiatan tersebut. Mereka menilai penggunaan bangunan yang menyerupai Ka'bah dalam konteks seperti yang terlihat dalam video berpotensi menimbulkan kontroversi karena Ka'bah memiliki posisi sangat penting sebagai kiblat dan salah satu simbol utama dalam agama Islam.
Bahkan, sejumlah pihak menyebut kegiatan tersebut sebagai tindakan yang dianggap merendahkan simbol keagamaan. Namun, laporan yang beredar belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai siapa yang secara langsung membuat replika, kapan bangunan tersebut dipasang, maupun tujuan resmi dari kegiatan tersebut.
Dalam pemberitaan dan reaksi yang muncul di media sosial, kelompok Houthi diduga berada di balik pemasangan replika tersebut. Meski demikian, dugaan tersebut belum disertai keterangan rinci mengenai pihak yang bertanggung jawab maupun pernyataan resmi mengenai tujuan pembangunan replika.
Baca Juga: Daniel Craig Tinggalkan Gaya James Bond, Tampil Berbeda Total di Film Narnia The Magician's Nephew
Sejumlah pengkritik juga menghubungkan keberadaan replika itu dengan pengaruh Iran terhadap kelompok Houthi. Kelompok tersebut diketahui menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, serta sejumlah wilayah lainnya di negara tersebut.
Karena itu, kemunculan replika Ka'bah di ruang publik Dhamar tidak hanya memunculkan perdebatan mengenai penggunaan simbol keagamaan, tetapi juga kembali menyeret isu politik dan geopolitik yang selama ini menyertai keberadaan kelompok Houthi di Yaman.
Kontroversi tersebut terjadi ketika Yaman masih menghadapi dampak konflik berkepanjangan antara kelompok Houthi dan pihak yang mendukung pemerintah resmi Yaman. Perseteruan tersebut telah berlangsung selama lebih dari satu dekade dan menjadi salah satu konflik paling kompleks di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut membuat setiap aktivitas yang dikaitkan dengan kelompok Houthi mudah mendapat perhatian, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Gunung Anak Krakatau, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan hingga Malam
Di tengah ketegangan regional yang juga melibatkan Houthi dengan sejumlah negara di Timur Tengah, video mengenai replika Ka'bah di Dhamar kembali menempatkan kelompok tersebut dalam sorotan.
Meski video telah beredar luas, sejumlah informasi penting terkait kejadian itu masih belum terungkap secara jelas, termasuk identitas pembuat replika, tujuan pembangunannya, serta pihak yang menginisiasi kegiatan salat di sekitar bangunan tersebut.(*)
Editor : Titin Wulandari