AS Kembali Tegaskan Komitmen Pertahanan Jepang-Korsel, Senjata Nuklir Disiapkan

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:56 WIB
Ilustrasi bendera Amerika Serikat.
Ilustrasi bendera Amerika Serikat.

 

RADARSITUBONDO.ID - Amerika Serikat kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi Jepang dan Korea Selatan.

Washington menyatakan seluruh kekuatan yang dimiliki, termasuk kemampuan nuklir, dapat menjadi bagian dari upaya pertahanan kedua sekutunya tersebut.

Penegasan itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun di New York, Senin (21/9).

Pertemuan trilateral tersebut berlangsung di sela-sela Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Isu keamanan di kawasan Semenanjung Korea menjadi salah satu perhatian utama dalam pembicaraan tiga negara.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Siapkan Misi Penebusan, Dua Poin yang Hilang di GBT Harus Diganti

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan, Washington kembali menyampaikan komitmen pertahanannya terhadap Tokyo dan Seoul.

“Amerika Serikat menegaskan kembali komitmen yang tak tergoyahkan terhadap pertahanan Jepang dan Republik Korea, yang didukung oleh kekuatan militer Amerika yang tak tertandingi, termasuk kemampuan nuklirnya, serta menegaskan kembali komitmen pencegahan yang diperluas bagi Jepang dan Republik Korea,” demikian pernyataan tersebut, dikutip dari Antara.

Komitmen itu menunjukkan bahwa isu pertahanan tetap menjadi bagian penting dalam hubungan keamanan antara Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.

Ketiga negara juga menegaskan perlunya menjaga kerja sama keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

“Menteri Luar Negeri AS dan para menteri luar negeri mitra menekankan komitmen mereka terhadap kerja sama keamanan yang kokoh,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain membahas komitmen pertahanan, ketiga negara juga kembali menyoroti program nuklir dan rudal Korea Utara. Mereka menegaskan dukungan terhadap upaya denuklirisasi penuh Pyongyang.

Perhatian tidak hanya diarahkan pada pengembangan persenjataan Korea Utara. Sumber pendanaan yang menopang program nuklir dan rudal negara tersebut juga menjadi sorotan.

Ketiga menteri luar negeri itu menekankan pentingnya menghentikan berbagai sumber pendanaan bagi program nuklir dan rudal Korea Utara. Pendanaan yang berasal dari aktivitas dunia maya turut menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.

Meski tekanan terhadap Pyongyang tetap menjadi bagian dari sikap ketiga negara, ruang diplomasi disebut belum tertutup. Pernyataan bersama itu menegaskan bahwa "jalan menuju dialog tetap terbuka".

Baca Juga: Inggris Turun Tangan Bantu Arab Saudi, Dukungan Militer untuk Hadapi Houthi

Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan juga mendesak Korea Utara kembali ke meja perundingan. Dialog dinilai diperlukan untuk mendukung stabilitas di Semenanjung Korea.

Di luar persoalan keamanan, ketiga negara sepakat memperluas kerja sama pada sejumlah bidang strategis.

Mereka membahas upaya menghadapi "tekanan ekonomi" sekaligus memperkuat sistem peringatan dini untuk mengantisipasi gangguan terhadap rantai pasok.

Kerja sama teknologi juga masuk dalam agenda. Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan sepakat memperkuat kolaborasi di bidang kecerdasan buatan dan semikonduktor.

Ketiga negara juga membahas pengembangan reaktor nuklir modular kecil atau small modular reactor (SMR). Teknologi tersebut akan didorong untuk memasuki pasar di negara ketiga.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
senjata nuklir jepang korea selatan Amerika Serikat