RadarSitubondo.id- Sejumlah calon jamaah umrah maupun haji PT. Berkah Zamzam Wisata memilih membatalkan kontrak.
Mereka mengaku trauma dengan pelayanan badan usaha di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kota Situbondo itu karena sangat mengecewakan.
Keadaan itu sering mereka tonton di media massa maupun media sosial.
Tidak sedikit jamaah yang ditelantarkan saat sudah tiba di Tanah Suci.
Arifan Oktafianto, kuasa hukum Nanang Kosim selaku calon jamaah umrah mengatakan, Sabtu (4/10) dirinya mendatangi kantor PT Zamzam.
Tujuannya untuk meminta kejelasan pembatalan umrah kliennya.
“Klien saya sudah tidak mau ikut PT. Zamzam lagi. Kedatangan saya ke kantor Zamzam untuk meminta uang DP Rp 15 juta yang sudah dibayar tanggal 10 Bulan Sebtember 2023. Tapi urusannya ribet sekali,” kata Ifan, Minggu (5/10).
Kata dia, permintaan DP itu sudah diurus yang kesekian kalinya.
Tetapi PT Zamzam mempersulit prosesnya. Kliennya seringkali dibingungkan dengan cara dipimpong dari agen PT. Zamzam ke kantor PT. Zamzam.
“Kalau ditanya kepada agen bilangnya disuruh ke kantor PT. Zamzam tapi ketika datang ke kantor PT. Zamzam masih mengkonfirmasi Agennya, sedangkan agennya tidak bisa dikonfirmasi oleh bagian resepsionis PT. Zamzam. Kan bingung kita?”ungkap Ifan.
Dikatakan, saat dirinya datang ke kantor PT. Zamzam dirinya tidak mau pulang sebelum dibuatkan surat pernyataan pengembalian uang DP. Sehingga ada kesepakatan pengembalian dalam minggu ini.
“Sebelumnya ada jawaban dari pihak PT. Zamzam untuk mengembalikan uang dalam jangka 30 hari kerja. Hal itu tentu memberatkan dan kita minta bisa secepatanya. Pihak PT zam-zam memberi waktu minggu depan. Masih kami tunggu komitmennya,” tegas Ifan.
Sementara itu, Nanang Kosim mengaku, dirinya merasa dijebak oleh agen PT Zamam.
Betapa tidak, brosur yang ditawarkan pertama kali adalah program umrah sembilan hari. Begitu DP sudah dibayar, dapat beberapa hari dapat konfirmasi bahwa brosur yang ditawarkan agen sudah lewat tiga hari.
“Ini kayak permainan agen untuk mendapatkan uang terlebih dahulu. Jadi tidak mau tahu kalau promo brosur yang pertama sudah habis, yang penting dapat uang. Saya kan bertiga mau umrah, perorang bayar DP Rp 5 juta, kalau tiga orang kan Rp 15 juta. habis bayar DP baru dapat konfirmasi kalau program sembilan hari sudah habis,” ujar Nanang.
Karena sudah terlanjur membayar DP dengan program umrah sembilan hari, dia tidak mau dengan tawaran lain dan membatalkan umrah.
Makanya dia meminta uang DP dikembalikan. ternyata pihak PT. Zamzam bersedia untuk mengembalikan, namun bayaran tersebut dipotong lima persen.
“Perorang kan bayar Rp 5 juta, itu dipotong Rp 2,5 juta. jelas saya tidak mau soalnya saya belum dapat fasilitas apa-apa dari PT. Zamzam, kecuali saya sudah ikut manasik dan semancamnya, kan saya belum apa-apa sudah mau dipotong,” tutur Nanang.
Agen PT Zamzam, Dewi, belum bisa dikonfirmasi, dichat melalui pesan WhatsApp belum dibaca, ditelephon tidak dingkat. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono