Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dirasa Lebih Aman, Becak Manual Tetap Diminati

Humaidi. • Rabu, 22 November 2023 | 18:00 WIB

 

BERTEDUH: Samsiadi, 30, warga Desa Talkandang, Kecamatan/Kota Situbondo, menunggu penumpang di pinggir Jalan Raya utara Alun-alun Kota Situbondo, Selasa (21/11).
BERTEDUH: Samsiadi, 30, warga Desa Talkandang, Kecamatan/Kota Situbondo, menunggu penumpang di pinggir Jalan Raya utara Alun-alun Kota Situbondo, Selasa (21/11).

RadarSitubondo.id - Becak tradisional masih mudah dijumpai di Kabupaten Situbondo. Terutama di jalur pantura dan terminal.

Sebab, naik kendaraan yang masih mengandalkan tenaga manusia ini dinilai lebih aman dan santai oleh sebagian penumpang.

Sejumlah penarik becak tradisional mengaku terpaksa tetap bertahan dengan pekerjaannya, meski kalah saing dengan becak motor (bentor) maupun ojek online.

Meski tidak sejaya puluhan tahun silam, namun setidaknya mereka masih bisa menghidupi anak-istrinya.

“Sekarang sudah kalah saing dengan bentor dan ojek online. Dulu tukang becak enak juga, sehari bisa dapat Rp 70 ribu. Sekarang ya sekedar dapat, paling besar paling Rp 50 ribu. Kadang seharian kerja tidak dapat apa-apa,” kata Samsiadi, salah satu tukang becak pada koran ini, kemarin (21/11).

Dia mengaku, tidak semua orang tertarik naik bentor ataupun ojek online. Sebagian masih suka dan mencari keberadaan becak tradisional.

Sebab naik dianggap lebih aman dan lebih santai daripada kendaraan lainnya.                                                                                                                            

“Ya yang suka becak tradisional kebanyakan ibu-ibu yang pulang pergi ke pasar saja. Selain itu anak-anak sekolah SD yang dipasrahkan oleh orang tuanya pada kami,” kata pria 30 tahun itu.

Dari pelanggan itulah, lanjut Samsiadi, dirinya bisa mendapatkan upah setiap hari untuk sekedar menyambung hidup.

Kalau sedang beruntung, biasanya ada orang yang ingin jalan-jalan sambil belanja di Kota Situbondo menggunakan jasanya.

“Kalau ada yang minta antar jalan-jalan untuk belanja ya sudah rejeki saya. Biasanya kalau minta antar jalan-jalan santai ngasi ongkosnya lebih banyak,” kata Samsiadi sambil menghisap rokok di tangan kirinya.

Warga Desa Talkandang, Kecamatan/Kota Situbondo berharap, setidaknya para pejabat dan pengusaha bisa melirik tukang becak.

Tidak harus memberi sumbangan, cukup menggunakan jasa tukang becak ketika hari libur.

“Jujur kalau hari libur kami sulit cari penghasilan, kan tidak ada anak-anak yang sekolah. Harapan kami para pejabat-pejabat bisa menggunakan kami untuk mengantarkan jalan -jalan saat hari libur. Tidak harus ngasi bantuan. Istilahnya itu ajak kami kaya juga,” kata Samsiadi sambil tertawa lebar. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #bentor #ojek online #becak