Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

RSAR Bangun Gedung Baru untuk Tangani Pasien Gangguan Jiwa Rawat Inap, Juga Bisa Tampung Caleg Gagal Jika Terjadi Depresi

Iwan Feriyanto • Jumat, 1 Desember 2023 | 01:47 WIB
LENGGANG: Suasana tampak depan ruangan Poli Psikiater RS dr Abdoer Rahem tersedia tempat duduk untuk pasien yang sedang antre, Rabu, (29/11) kemarin.
LENGGANG: Suasana tampak depan ruangan Poli Psikiater RS dr Abdoer Rahem tersedia tempat duduk untuk pasien yang sedang antre, Rabu, (29/11) kemarin.

RadarSitubondo.id - Rumah sakit dr.Abdoer Rahem Situbondo (RSAR) membangun gedung khusus untuk pasien gangguan jiwa. Sehingga, pasien bisa lebih tertangani secara maksimal.

Selain untuk melayani pasien akut maupun kronis, rumah sakit daerah itu juga menangani permintaan pasien stres ringan, misalnya bagi calon legislatif (caleg) paska pemilihan umum.

Direktur RSAR dr.Roekmy Prabarini Ario mengatakan, saat ini rumah sakit sedang memersiapkan ketersediaan fasilitas yang mumpuni untuk pelayanan pasien gangguan kejiwaan.

Seperti pembangunan ruangan inap maupun alat yang dibutuhkan untuk memudahkan tenaga kesehatan melakukan perawatan.

“Sekarang rumah sakit sedang proses pembangunan ruang rawat inap jiwa untuk yang akut maupun kronis atau yang ringan,” ujarnya, Rabu (29/11).

Dikatakan, bahwa pelayanan pasien gangguan kejiwaan di rumah sakit tergantung kondisi pasien.

Jika sudah parah maka perlu perawatan intensif di rumah sakit. Namun, jika masih gejala ringan, hanya perlu di rawat jalan.

“Untuk penanganan sakit jiwa ada beberapa cara, bisa rawat inap atau rawat jalan. Hal itu tergantung atas rekom dokter spesialis yang menangani,” jelasnya.

Dijelaskan, bahwa RSAR sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Situbondo sudah siap untuk menangani pasien secara umum.

Tidak hanya pasien kronis saja, juga misalnya ada caleg yang mengalami depresi sesuai permintaan keluarga.

Selain itu, Roekmy mengatakan, pelayanan rawat inap untuk pasien sakit jiwa di RSAR diperkirakan mulai beroperasi pada triwulan akhir atau perkiraan bulan April 2024.

Sebab, setelah bangunan tersebut selesai dikerjakan, masih membutuhkan persiapan izin dan penyediaan alat. 

"Untuk yang akut ada empat ruangan. Untuk wanita dan laki-laki masing-masing sekitar tiga sampai empat tempat tidur. Dan untuk yang ringan seperti kecemasan dua tempat tidur. Total sekitat 13 ruang atau kamar rawat inap," kata Roekmy.

Dia menambahkan, penanganan pasien jiwa tergantung pada tingkat kecemasan seseorang yang berbeda-beda.

Sebab, tingkat kecemasan seperti trauma terhadap sesuatu yang terjadi pada seseorang tidak sama.

"Contoh ada orang yang ketika ada masalah sedikit, langsung stres. Ada juga yang ketika dapat masalah besar saja, bisa stres. Nah ini harus melalui screening dokter spesialis," pungkasnya. (pri)

Editor : Edy Supriyono
#situ #kpu #caleg #rsar #odgj