Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bocah Tiga Tahun Ditemukan Mati Tenggelam, Sempat Diisukan Korban Penculikan

Humaidi. • Selasa, 5 Desember 2023 | 01:09 WIB

 

TAK BERNYAWA:  Muhammad Fatih Ainurrahman, bocah tiga tahun, dievakuasi oleh warga dari sungai Kampung Pareyaan Utara, Desa Sumberkolak, Kecamata Panarukan, Sabtu lalu (2/12)
TAK BERNYAWA:  Muhammad Fatih Ainurrahman, bocah tiga tahun, dievakuasi oleh warga dari sungai Kampung Pareyaan Utara, Desa Sumberkolak, Kecamata Panarukan, Sabtu lalu (2/12)

RadarSitubondo.id - Muhammad Fatih Ainurrahman, bocah tiga tahun warga Kampung Kerajan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, ditemukan meninggal dunia, Sabtu (2/11).

Dia harus menghembuskan nafas terakhir setelah tenggelam di sungai.

Informasi yang dihimpun koran ini, sebelum ditemukan meninggal dunia, Ainur sempat diisukan diculik orang.

Sebab, ibunya sudah keliling di sekitar rumah saudaranya tetapi Ainur tidak ditemukan. Dipanggil berulangkali, juga tidak menjawab.

Ppihak keluarga akhirnya laporan ke anggota BPBD Situbondo sekitar pukul 15.00.

Dari laporan tersebut, tim BPBD turun tangan dan menyisir sepanjang sungai.

Saluran sungai di hulu langsung ditutup untuk mempermuda pencarian.

Nah, sekiatar pukul 16.20, ada seorang warga yang melihat rambut dari pinggir sungai di Dusun Pareaan Utara tepat di belakang Pabrik ES Sumberkolak.

Selanjutnya salah satu warga langsung melompat dan mendekati benda tersebut.

Ternyata, itu adalah Ainur yang hanya terlihat rambutnya. Sementara badannya tenggelam.

Begitu diangkat, tubuh Ainur sudah pucat. Akhirnya pihak kelurga yang melihat langsung bereaksi dan berusaha mengeluarkan air yang masuk ke dalam tubuh Ainur.

Tapi usahanya sia-sia, hingga dibawa ke rumah sakit Elizbeth.

“Nyawanya sudah tidak bisa tertolong, tim medis menyatakan kalau Ainur meninggal dunia,” ungkap koordinator BPBD Situbondo, Puriyono pada koran ini kemarin (3/12).

Kata Puriyono, hingga hari Minggu belum ada informasi yang mengetahui Ainur jatuh ke dalam sungai bagian mana.

Yang jelas rumah saudaranya di Kampung Pareyaan Utara memang menghadap ke sungai.

“Ainur diseret air hingga kejauhan satu kilometer. Itu kalau diukur dari tempat jatuhnya di halaman saudaranya. Tapi hingga saat ini (kemarin) belum ada yang mengetahui lokasi terjatuhnya Ainur,” kata Puriyono.

Puriyono menegaskan, pihak keluarga sudah menerima dengan lapang dada insiden tersebut dan menganggap sebagai musibah.

Selain itu, hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis juga tidak mengarah kepada penganiayaan.

“Pihak keluarga sudah menandatangani surat pernyataan dan meyakini kalau Ainur meninggal karena tenggelam. Semoga saja, orang tunya bisa kuat menghadapi ujian ini, kasihan juga saya,” tutup Puriyono. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#tenggelam #bpbd situbondo #Pemkab Situbondo