Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

WNA Hipnotis Kasir Swalayan di Besuki, Viral di Medsos Bawa Kabur Uang Rp 1,2 Juta

Humaidi. • Jumat, 8 Desember 2023 | 02:07 WIB
TANGKAPAN LAYAR: Pria diduga warga negara asing (WNA) terekam kamera CCTV di ruang Swalayan Gocay, Kecamatan Besuki.
TANGKAPAN LAYAR: Pria diduga warga negara asing (WNA) terekam kamera CCTV di ruang Swalayan Gocay, Kecamatan Besuki.

BESUKI, RadarSitubondo.id - Video warga negara asing (WNA) viral di media sosial (medsos).

Pria berbadan kekar tersebut terekam CCTV saat diduga mengambil uang Rp. 1,2 juta dengan cara menghipnotis Kasir Swalayan Gocay di Kecamatan Besuki.

Dalam video berdurasi satu menit, itu nampak seorang WNA ingin menukar uang pecahan Rp. 50 ribu dengan pecahan uang Rp. 10 ribu.

Namun, penjaga kasir nampak tidak sadar dengan yang dilakukan pelaku.

WNA tersebut juga terlihat membuka laci dan melihat isi uang yang ada di dalam laci.

Akhirnya dia mengambil uang dan memberikan kembali kepada kasir untuk diletakkan ke tempat semula.

Setelah diletakkan ke laci, karyawan perempuan itu diminta mengambil uang kembali dan diminta untuk menghitung total uang di tangannya.

Selanjutnya, pelaku memintanya dan dibawa kabur.

Hingga kemarin polisi belum melakukan langkah-langkah untuk mengungkap pelaku yang wajahnya cukup tampak dalam rekaman CCTV. Apalagi, pihak yang dirugikan memang tidak melapor ke polisi.

“Kejadian dugaan hipnotis di salah satu swalayan sudah terjadi bulan lalu (28/11) dan baru viral saat ini. Pihak korban tidak laporan baik ke Mapolres maupun ke Polsek Besuki,” tegas Kasatreskrim polres Situbondo AKP Momon pada koran ini, Rabu (6/12).

Kata Momon, korban seharusnya melaporkan kerugian dan peristiwa agar polisi dapat melangkah untuk mengungkap pelaku.

Sebab, ketika tidak melapor, maka polisi tidak memiliki dasar untuk mengungkap kasus kejahatan.

“Kami mau menangkap bagaimana kalau korban tidak laporan, kan kami tidak punya landasan. Ruginya berapa cerita sebenarnya bagaimana? Kami kan butuh itu. Harapan kami korban ya harus melapor biar kami bisa ungkap pelaku,” pungkas Momon. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#polres situbondo #WNA #kriminalitas #Pemkab Situbondo