PANARUKAN, RadarSitubondo.id – Sejumlah nelayan di pesisir Panarukan nekat menangkap ikan meskipun cuaca tidak mendukung lantaran angin kencang dan hujan.
Kondisi tersebut mengakibatkan ketersediaan ikan sangat terbatas.
Salah satu nelayan, Nanang mengatakan, saat ini masih banyak nelayan yang pergi menangkap ikan.
Padahal, di saat yang sama turun hujan sekaligus ombak besar dan angin kencang.
“Angin maupun ombak itu sudah biasa di tengah laut. Apalagi sekarang memang musimnya angin, otomatis ombak juga besar,” ujarnya, Minggu (10/12/) kemarin.
Nanang menyatakan, kondisi cuaca buruk itu sering terjadi menjelang akhir tahun.
Keadaan tersebut juga berpengaruh tehadap ketersediaan ikan.
Sebab, hasil tangkapan dipastikan tidak banyak seperti cuaca normal pada umumnya.
“Ada atau tidak ada ikan itu, yang jelas tetap kami berusaha dari pada istirahat di rumah. Justru malah tidak ada penghasilan yang didapatkan,” jelasnya.
Dikatakan, bahwa dari beberapa kapal yang mengangkut nelayan tersebut belum tentu semuanya mendapat ikan.
Hanya sebagian kecil kapal yang mendapatkan tangkapan.
Sekalipun ada yang mendapat ikan, itu pun jumlahnya terbatas.
“Intinya kalau sekarang bisa dapat ikan itu sudah bersyukur,” cetusnya.
Selain itu, nelayan lainnya, David mengatakan, nelayan hampir tidak ada yang memiliki pekerjaan sampingan selain menangkap ikan.
Sehingga, mata pencaharian satu-satunya adalah di laut.
Jika tidak melaut, maka tidak ada penghasilan.
“Kita kerjanya di laut. Maka kondisi yang terjadi seperti apapun kita tetap menangkap ikan,” ucapnya.
David mengatakan, meskipun para nelayanan nekat menangkap ikan, mereka juga mempertimbangkan keselamatannya masing-masing.
Salah satunya dengan membawa peralatan kemanan yang sudah disediakan di kapal.
“Ada pelampung sama ban yang dibawa nelayan untuk menangkap ikan,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang ikan, Titin mengatakan, harga ikan tongkol saat ini masih cukup mahal.
Rata-rata dijual dengan harga Rp17 hingga Rp 20 ribu perkilogram.
“Tergantung ukuran. Kalau ukurannya besar Rp 20 ribu perkilogram. Tapi kalau ukuran sedang itu sekitar Rp17 ribu perkilogram,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono