BANYUPUTIH, RadarSitubondo.id - Suniwan warga Dusun Sekarputih, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, meninggal dunia saat mencari ikan di tengah laut, Sabtu lalu (9/12).
Pria 55 tahun itu diduga kuat tewas akibat penyakit sesak nafas kambuh saat menjaring ikan, di perairan Dusun Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih.
Tidak ada satupun yang menyangka jika Suniwan bakal meninggal di tengah laut.
Sebab sebelum berlayar dengan puluhan anak buah kapal (ABK) kondisi Suniwan masih sehat dan banyak bercanda dengan teman-temannya.
“Kami berangkat sejak pagi, dalam satu kapal ada 20 orang ya termasuk Suniwan. Pukul 09.00 kami mulai menebar jaring. Suniwan juga ikut menebar dan terlihat baik-baik saja,” ujar Busri, nahkoda kapal Dolar, kemarin (10/12).
Kondisi Suniwan baru terlihat lemah saat penjaringan ikan yang ke lima.
Waktu itu Suniwan memegang dadanya dan mengaku sesak nafas.
Melihat hal tersebut Suniwan diminta untuk beristirahat di dalam kapal agar kondisinya stabil.
“Saat Suniwan mengeluh sakit sudah dipersilahkan untuk beristirahat. Saya dan yang lain menyelesaikan penarikan jaring yang terakhir (lima),” imbuh Busri.
Usai menggulung jaring, sebagian nelayan ada yang membangunkan Suniwan.
Saat itulah, semua nelayan merasa panik karena Suniwan sudah tidak sadarkan diri.
Dibangungkan berulang-ulang tidak ada respon. Akhirnya, nelayan memilih balik ke pinggir pantai untuk memeriksa Suniwan.
“Suniwan langsung dibawa ke rumah saya dan langsung dipanggilkan tim medis. Tapi kata tim medis sudah dinyatakan meninggal,” kata Busri.
Kasat Polairud Polres Situbondo, Iptu Gede Sukarmadiyasa mengatakan pihaknya sudah memonitor kejadian tersebut dan mendatangi lokasi kejadian.
Pihaknya juga mendatangkan tim inafis polres situbondo untuk melakukan pemeriksaan.
“Hasil pemeriksaan luar korban memang meninggal akibat panyakit yang diderita. Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan dugaan penganiayaan,” tegas Gede.
Gede juga menawarkan kepada Ahmad Nawawi, putra Suniwan untuk dilakukan visum.
Namun Nawawi menolak dan menganggap kematian ayahnya sebagai takdir.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan malam hari.
“Nawawi juga sudah menjelaskan jika bapaknya memiliki riwayat sesak nafas, selain itu jga sudah menandatangani surat pernyataan,” tutup Gede. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono