RadarSitubondo.id - Nasib nahas menimpa Nur Faidah, warga Kampung Bukkol Manis, Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Senin (11/12).
Pemilik toko, itu harus kehilangan uang kurang lebih Rp 25 juta paska rumah dan tokonya digeledah oleh komplotan penjahat tak dikenal.
Informasi yang dihimpun koran ini, komplotan tersebut menggunkan dua mobil berwarna putih dan abu-abu.
Orang yang turun dari dua mobil sekitar sepuluh orang. Mereka mengaku sebagai anggota Satpol PP dan Beacukai Jember.
Dua komplotan tersebut tiba-tiba masuk ke dalam toko dan menggeledah rumah dengan alasan mencari rokok ilegal.
Usai melakukan penggeledahan, mereka langsung pulang tanpa pamit kepada pemilik toko.
Bahkan, pemilik toko hanya bisa melihat keluar masuknya orang-orang tidak dikenal tersebut.
Padahal di tangan Nur Faidah sudah ada ponsel android yang bisa merekam langkah dua kawanan penjahat tersbut.
“Saat orang-orang itu datang saudara saya hanya diam. Padahal saudara saya ini lagi pegang ponsel. Tapi lupa mau merekam karena kaget. Mereka tiba-tiba datang masuk ingin memeriksa rokok illegal,” ungkap Sedek, saudara Nur Faidah.
Kata Sadek, semisal orang-orang tersebut memang dari istansi terkait, jelas tidak mungkin menggeledah rumah Faidah jika yang dituju adalah toko.
Fakta di lapangan, rumah Faidah dimasuki dan tempat baju sekali pun juga diacak-acak.
“Yang heran pajangan tas juga terlihat acak-acak. Ini benar-benar merugikan sekali,” imbuhnya.
Dikatakan, setelah para pelaku pulang Faidah mulai sadar dan melihat barang-barang berharga miliknya.
Ternyata uang Rp. 25 juta sudah hilang. Akhirnya Faidah mengambil langkah lapor ke Kantor Polsek Arjasa.
“Kejadian ini sudah dilaporkan. Anggota polsek juga sudah turun ke lokasi melakukan olah TKP,” tegas Sadek.
Kapolsek Arjasa, Iptu Adri Yuwantoro belum bisa dimintai keterangan terkait laporan tersebut.
Dia mengaku masih ada di luar kota dan belum menerima laporan dari anggotanya.
“Saat ini semua Kapolsek ada di luar kota mas, mengenai dugaan pencurian uang saya belum mengetahui, belum terima laporan dari anggota,” tutup Adri. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono