Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tradisi Asatan, Sungai Dikeringkan, Ribuan Warga Berburu Ikan Mabuk

Humaidi. • Sabtu, 16 Desember 2023 | 02:20 WIB

 

TRADISI TAHUNAN: Ratusan warga dari sejumlah Kabupaten berburu ikan di sepanjang sungai Sampean Baru Situbondo, kemarin (14/12).
TRADISI TAHUNAN: Ratusan warga dari sejumlah Kabupaten berburu ikan di sepanjang sungai Sampean Baru Situbondo, kemarin (14/12).

RadarSitubondo.id - Sungai Sampean Baru Situbondo, menjelma sebagai wisata dadakan, Kamis (14/12).

Sebab, ribuan warga dari berbagai desa datang ke sepadan sungai tersebut untuk berburu ikan.

Itu, terjadi setelah warga mendengar pengecilan debit air (asatan) hingga volume air sangat kecil.

Ribuan warga Situbondo baik yang memiliki rumah jauh maupun dekat sungai, seakan tidak mau kehilangan momen langka yang dikenal dengan sebutan asatan itu.

Mereka rela berpanas-panas ria hanya untuk berburu ikan.

Tujuan kedatangan warga dari berbagai kota, itu bermacam-macam.

Ada yang memang berniat dari rumah untuk turun ke sungai lalu berebut ikan, ada pula yang sengaja datang hanya sekedar melihat pemburu ikan di sepanjang sungai Sampean Baru.

Yang tak kalah menarik, puluhan emak-emak juga mengambil bagian.

Barisan ibu rumah tangga itu juga nampak berambisi untuk mendapatkan ikan di sungai.

Alasannya ikan di sungai memiliki rasa yang lebih enak dibanding ikan laut.

“Saya datang diajak suami untuk nangkap ikan, rencana tidak mau turun. Tapi banyak juga emak-emak yang turun, saya jadi ingin turun juga ke sungai. Ini mau pulang sudah dingin,” kata Jamila warga Cermee, Bondowoso, pada RadarSitubondo.id.

Ibu satu anak itu mengatakan, ikan yang dincar pertama kali adalah ikan mujair.

Sebab ikan itu sangat renyah ketika digoreng hingga garing.

Dari daging, kepala dan tulangnya juga bisa dimakan.

“Saya pernah beli ikan mujair hasil tangkapan dari waduk rasanya bau tanah. Kalau mujair sungai bagi saya enak,” ungkap Jamila.

Sugianto, warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, mengaku sudah menjadi kebiasaan memburu ikan di sepanjang sungai Sampaian Baru.

Utamanya di sekitar jembatan limpas yang tak jauh dari rumahnya.

“Ukuran ikan di sekitar jembatan limpas pasti besar-besar. Makanya, saya dan teman-teman sengaja berburu ikan di sekitar jembatan limpas,” katanya.

Dikatakan Sugianto, kegiatan asatan ini akan dilakukan selama dua hari.

Tradisi asatan ini akan terus diikuti warga di sepanjang sungai aliran sampeyan baru.

“Asatan ini berlangsung dua hari. Saya yakin sungai-sungai di Situbondo tidak bakal sepi hingga air dibuka lagi. Soalnya seru kalau berburu ikan saat asatan,” pungkasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #ikan mabuk #Asatan #Bendungan Sampean Baru