Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sejumlah Pengunjung Keluhkan Tiket Masuk Wisata Merak - Baluran Situbondo

Iwan Feriyanto • Kamis, 4 Januari 2024 | 01:38 WIB
MEMANJANG: Para wisatawan memadati jalan menuju wisata Merak - Baluran di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Senin (1/1) lalu.
MEMANJANG: Para wisatawan memadati jalan menuju wisata Merak - Baluran di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Senin (1/1) lalu.

BANYUPUTIH, RadarSitubondo.id – Pembelian tiket masuk wisata Merak - Baluran dikeluhkan sejumlah wisatawan. Sebab, penjualannya tidak terpusat.

Sehingga, menyebabkan wisatawan kebingungan.

Salah satu wisatawan, Hariva mengatakan, tiket masuk menuju wisata Merak - Baluran seharusnya diberlakukan secara paket.

Sehingga, pengunjung tidak kebingungan untuk mendatangi lokasi tersebut.

“Kami sampai empat kali beli tiket saat mau ke wisata Merak-Baluran. Ini kan membingungkan bagi kami yang mau berwisata. Tujuannya refreshing malah kita bingung,” ujarnya, Selasa (2/1) kemarin kepada wartawan koran ini.

Perempuan yang akrab disapa Ifa itu mengaku, sistem penjualan tiket semacam itu membuat para pengunjung kesal. 

Sebab, membuat pengunjung tertahan agar bisa cepat masuk lokasi wisata.

“Masih ribet masalah tiket masuk. Kalau harga tiketnya tidak mahal. Tapi, yang membuat kami kesal itu harus berhenti berkendara beberapa kali. Biasanya cepat sampai, ini malah tidak sampai-sampai,” ucapnya.

Ifa menyatakan, seharusnya tiket diberlakukan satu pintu.

Agar pengunjung lebih mudah masuk ke sejumlah area wisata.

“Memang, di Merak-Baluran itu tempat wisatanya tidak hanya ada satu, tapi ada beberapa tempat. Kalau banyak wisata itu buatkan lah tiket paket sesuai keinginan pengunjung, jangan malah dibikin tempat tiket yang berbeda-beda,” jelasnya.

Sementara itu, pengelola wisata Merak Baluran yang sekaligus Kepala Desa Sumberwaru, Ansori mengatakan, tempat wisata Merak-Baluran masih baru.

Sehingga perlu banyak perbaikan untuk membuat nyaman pengunjung.

“Kami tidak menduga kalau pengunjungnya membeludak. Tapi yang jelas ke depan kami akan terus berbenah untuk kenyamanan wisatawan,” ucapnya.

Ansori mengnyebutkan, kewenangan pengelolaan wisata tersebut tidak seluruhnya dikelola oleh pihak desa.

Namun kewenangannya itu dibagi dengan pihak perhutani. Sebab area wisata itu masuk dalam teritorial perhutani.

“Wilayah kewenangan kami hanya sampai di pos penjagaan pintu masuk. Selebihnya itu kewenangan perhutani,” jelasnya. (wan/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #merak #Pemkab Situbondo #baluran