Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dijanjikan Gajian Tanggal 9 atau 10?, Karyawan Pabrik Triplek di Desa Lamongan Kembali Demo

Humaidi. • Senin, 8 Januari 2024 | 01:16 WIB
MOGOK KERJA: Ratusan karyawan beristirahat di halaman perusahaan tripleks di Jalan Raya Banyuwangi, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, pukul 08.10, kemarin (5/2).
MOGOK KERJA: Ratusan karyawan beristirahat di halaman perusahaan tripleks di Jalan Raya Banyuwangi, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, pukul 08.10, kemarin (5/2).

ARJASA, RadarSitubondo.id - Demo jilid dua benar-benar dilakukan oleh ratusan karyawan perusahaan triplek di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, kemarin, (5/2).

Namun, lagi-lagi mereka belum mendapatkan jawaban dari manajemen perusahaan tentang kepastian gaji akan turun.

Akhirnya, ratusan buruh pabrik PT. Bina Satria Abadi Sentosa itu memilih mogok kerja.

Salah satu karyawan yang ikut demo menerangkan, sudah tidak ada yang bisa dipertahankan di tempatnya bekerja.

Sebab, sudah dua kali demo menuntut hak gaji, namun tetap saja belum ada kepastian.

"Kalau kerja tidak digaji ya tidak kerja dulu. Nanti kalau tetap kerja sedang perusahaan tidak punya uang bisa rugi dua kali. Rugi tenaga dan rugi uang," kata salah satu peserta demo, pada koran ini.

Kesapakatan mogok kerja, kata dia, bermula dari kebijakan pihak perusahaan yang enggan mendengarkan keluhan semua karyawan.

Perusahaan hanya memilih sebagian koordinator demo untuk menyampaikan aspirasi semua karyawan.

"Kami pilih pulang saja. Lagian saat demo dipilih-pilih. Katanya selain koordinator harus kerja. Enggak mau lah, kita pulang saja," tegas seorang perempuan yang meminta namanya dirahasiakan.

Kata dia, setelah sejumlah orang dipanggil ke dalam ruangan perusahaan, mereka juga tidak mendapatkan kejelasan soal gaji.

"Urusan perusahaan tekor (tidak punya uang) bukan urusan kami. Kewajiban kami ya kerja dan hak kami dapat gaji," ujarnya.

Perempuan asal Kecamatan Jangkar, itu belum bisa memastikan kekompakan teman-temannya yang memilih pulang paska tidak diperbolehkan demo.

Apakah mogok kerja akan berlangsung hingga gaji keluar atau kembali bekerja meskipun tanpa gaji.

“Mogok kerja hanya hari ini saja (kemarin). Selanjutnya masih nunggu kesepakatan teman-teman.  Kalau besok (hari ini) teman-teman sepakat tidak masuk hingga gaji keluar ya saya ikut teman-teman. Kalau saya sendirian kan ketahuan,” ujarnya.

Dia mengeluh, untuk berangkat ke perusahaan juga butuh uang mengisi BBM. Apalagi karyawan yang rumahnya jauh.

“Kalau tidak punya uang untuk beli Bbm kendaraannya mau didorong?. Harusnya, kalau memang perusahaan bermasalah setidaknya gaji karyawan harus tetap dibayar meski hanya separo,” harapnya.

Personalia Perusahaan Triplek, Faris belum bisa memberikan nomor atasannya pada koran ini untuk dikonfirmasi.

Alasannya butuh izin untuk memberikan nomor tersebut.

“Waalaikum salam saya masih di luar,” ucapnya singkat.

Kapolsek Arjasa, AKP Kusmiani menegaskan, pihaknya sudah melakukan pengamanan begitu mendengar informasi demo karyawan di perusahaan tripleks.

Pihaknya juga menganggap aksi karyawan tidak sampai melakukan demo.

Sebab, perusahaan meminta enam koordinator untuk menyampaikan aspirasi.

“Tadi tidak sampai terjadi demo. Hasil dari audensi antara karyawan dan bagian manajemen perusahaan menyepakati gajian karyawan dicairkan pada tanggal 9 atau tanggal 10 mendatang,” kata Kusmini.

Dikatakan, berdasarkan penjelasan yang disampaikan bagian manajemen perusahaan tripleks, keterlambatan gaji diakibatkan oleh empat kontainer triplek yang belum terkirim ke luar negeri.

“Anggaran terbengkalai akibat barang belum bisa dikirim ke luar negeri. Intinya masih ada persoalan yang masih proses penyelesaian. Itu saja sih, selebihnya kami tidak bisa panjang lebar dalam menjelaskan,” tutup Kusmini. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #pabrik #dinsos #demo buruh #Pemkab Situbondo