JANGKAR, RadarSitubondo.id - Sejumlah sopir kendaraan roda empat tujuan Jangkar-Lembar semakin resah.
Sebab, mereka terkesan dipaksa untuk membeli tiket di area pelabuhan. Jika tidak, maka mereka sangat sulit bisa berangkat lebih cepat.
Salah satu sopir truk, Arifin menceritakan, kendaraan yang dikemudikannya mengalami keterlambatan pengiriman barang.
Hal itu disebabkan terlalu lama berada di Pelabuhan Jangkar untuk menunggu kedatangan kapal.
"Saya kemarin (Rabu) tiba di Jangkar tengah malam. Berharap bisa dapat jadwal kapal yang berangkat pagi. Tapi ternyata tidak bisa, karena terkendala tiket," ujarnya, Kamis (18/1).
Dia mengaku, bahwa untuk bisa mengikuti keberangkatan kapal sesuai jadwal yang lebih awal itu, harus membeli tiket di area pelabuhan.
Jika membawa tiket dari luar, sulit untuk bisa masuk kabin kapal.
"Saya datang lebih awal di area pelabuhan bawa tiket dari luar itu tidak diprioritaskan. Tapi kalau ada sopir truk lain datang setelah saya, kemudian beli tiket di lokasi itu diprioritaskan masuk kapal," jelas Arifin.
Selain itu, Arifin menyayangkan adanya oknum petugas yang terlibat dalam masalah tersebut.
Sehingga membuat para sopir tidak bisa berbuat banyak.
Meskipun sudah komplain namun tidak dihiraukan.
"Kan yang ngatur parkir kendaraan itu petugas. Saya tidak tahu apakah itu Dishub atau ASDP yang ngatur masalah parkir. Yang jelas saya lihat itu petugas," jelasnya.
Dikatakan, petugas itulah yang juga mengatur antrean kendaraan masuk ke dalam kabin kapal.
Untuk bisa ikut masuk ke dalam antrean tersebut tiketnya harus beli di area pelabuhan.
"Jadi kalau saya tidak beli tiket di lokasi itu seperti diabaikan. Malah mengutamakan truk yang baru datang dan beli tiket di lokasi," tuturnya.
Sementara itu, Harsono sopir lain mengaku aneh dengan kebijakan pembelian tiket online yang dilakukan ASDP.
Seharusnya bisa memudahkan pengguna jasa, malah yang terjadi justru semakin mempersulit.
"Apa gunanya sistem pembelian tiket online kalo masih harus beli di lokasi pelabuhan pada paguyuban" ucapnya.
Dia mengatakan, penerapan tiket sistem online yang seharusnya jauh lebih memudahkan penumpang sangat jauh dari harapan.
Faktanya saat kebijakan itu diterapkan tidak berjalan efektif.
"Bayangkan kita sudah pesan tiket sendiri sekian juta. Akan tetapi ketika tiba di Pelabuhan Jangkar harus beli tiket di lokasi kalau mau berangkat cepat," ungkapnya.
Dijelaskan, beberapa sopir terpaksa membeli tiket kembali. Sebab mereka rata-rata ditarget tepat waktu atas barang yang diangkut.
"Ada teman kami yang beli tiket sendiri sama beli tiket di lokasi. Kalau tidak begitu dia berangkatnya molor, menunggu jadwal kapal berikutnya," pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator ASDP Pelabuhan Jangkar, Yajid saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon pukul 17.15 WIB tidak merespon.
Meskipun notifikasi panggilan sudah terhubung atau berdering. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono