Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bangunan Warung di Pelabuhan Jangkar Makin Banyak

Humaidi. • Rabu, 31 Januari 2024 | 03:02 WIB
BERJEJER: Tempat warung baru dibangun menggunakan kayu di area Pelabuhan Jangkar, Senin (29/1) kemarin.
BERJEJER: Tempat warung baru dibangun menggunakan kayu di area Pelabuhan Jangkar, Senin (29/1) kemarin.

JANGKAR, RadarSitubondo.id – ASDP Pelabuhan Jangkar mendapat sorotan. Kali ini karena diduga meloloskan berdirinya warung baru di area pelabuhan. Padahal, untuk mendirikan bangunan di tempat tersebut tidak mudah. Harus memiliki ijin dari pemerintah daerah.

Salah satu warga, Sulaiman mengatakan, pembangunan warung baru di area Pelabuhan Jangkar cukup masif. Terbukti, sejak beberapa bulan terakhir ada banyak tempat yang sudah berdiri kokoh menggunakan kayu.

“Saya heran, kok tiba-tiba ada warung berdiri seperti ini. Pertanyaannya, apa boleh membangun tempat jualan sendiri seperti ini?,” ujarnya, Senin (29/1) kemarin kepada wartawan Koran ini.

Sulaiman mengatakan, yang dapat membangun tempat usaha adalah pemerintah daerah. Sebab, area pelabuhan itu merupakan aset milik pemerintah. Sehingga seluruh kegiatan pembangunan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Setahu saya dulu itu hanya ada lima bangunan yang didirikan Pemkab Situbondo. Tapi ini ada warung baru dibangun menggunakan kayu. Kalau itu dibangun pemkab saya rasa tidak mungkin,” jelasnya.

Dikatakan, bahwa pembangunan warung tersebut menimbulkan kekhawatiran. Sebab, warga selama ini tidak berani sembarangan mendirikan tempat usaha tanpa ijin dari pemerintah daerah.

“Kita yang selama ini mau bangun warung masih mikir-mikir urusan ijinnya, tapi setelah rute Jangkar-Lembar diaktifkan, langsung banyak bangunan warung baru disini (Pelabuhan Jangkar),” cetusnya.

Selain itu, Sulaiman menyatakan, dirinya menduga adanya keterlibatan pihak ASDP dalam pendirian bangunan tersebut. Sebab, mereka memiliki kewenangan untuk mengelola area Pelabuhan Jangkar.

“Dugaan saya ada pihak yang meloloskan. Tapi saya tidak tahu, apakah itu ASDP atau pemerintah daerah. Karena yang berwenang mengelola area pelabuhan ini antara ASDP dengan pemerintah daerah,” tandasnya. 

Sementara itu, Koordinator ASDP di Pelabuhan Jangkar, Yajid mengaku tidak tahu adanya tempat warung baru di area Pelabuhan. Selama ini pihaknya tidak pernah memantau keberadaan tempat tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada warung baru. Tahunya saya ya memang sudah ada warung di sebelah timur area Pelabuhan Jangkar,”pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Edy Supriyono
#truk #pelabuhan jangkar situbondo #asdp #Pemkab Situbondo