RadarSitubondo.id - Nur Karomah, anak tunggal Tolak tidak menutupi jika ibunya memang memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman dengan Hendro. Itu terbukti setelah dia seringkali memegang ponsel ibunya saat mengerjakan tugas sekolah.
Kepada majelis hakim, Nur mengaku sering melihat chat ibunya dan Hendro.
“Bahasanya ya seperti orang pacaran, ada stiker love juga. Foto Hendro juga ada di galeri HP ibu saya. cuma saya tidak bilang ke bapak biar tidak tengkar,” kata Nur.
Dikatan Nur, dia baru berani menjelaskan hubungan gelap itu kepada bapaknya setelah ibunya meninggal. Itu pun melalui seorang TNI yang saat itu datang ke rumah duka.
“Saya bilang ke tentara. Tentara itu tanya pada saya, ibu saya hubungan terakhir sama siapa. Ya saya jawab sama Hendro, ditanya Hendro siapa ya pacarnya,” kata Nur.
Tak hanya itu, saat ibunya berada di lokasi pengajian dia sempat melihat ibunya sibuk chat. Begitu ibunya keluar dari lokasi pengajian, Nur hanya diam. Dia baru merasa kehilangan ibunya setelah acara pengajian selesai.
“Saat ibu saya masih duduk dengan saya di pengajian, saya masih lihat hendro. Setelah ibu saya tidak ada, hendro juga tidak kelihatan lagi di depan panggung,” kata Nur.
Yason Silvanus, kuasa hukum Tolak menyampaikan hal serupa. Dua dari enam saksi yang merupakan tetangga korban dan terdakwa menguatkan ada hubungan gelap antara Hendro dengan korban Suadah. Saksi menjelaskan jika Suadah sering telphon-telphonan dengan Hendro saat pagi-pagi.
“Kalau putrinya ya tahu hubungan kerena melihat sendiri isi chatnya. Kalau dua saksi tahu sendiri karena melihat dan mendengar langsung saat Suadah telponan sama Hendro,” tega Syason.
Pantauan koran ini, selain enam saksi yang memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim, Juga banyak warga lain yang hadir untuk menyaksikan persidangan secara langsung. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono