RadarSitubondo.id - Aktifitas pembangunan jalan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi) kembali menjadi sorotan Selasa (27/2).
Kali ini karena ada dugaan jika pihak tol Probowangi menjual tanah uruk kepada warga.
Beredar informasi, pihak tol menjual tanah urug yang tidak bisa dipakai jalan tol kepada warga.
Baca Juga: Bupati Situbondo Respon Keluhan Warga Soal Pupuk, Bung Karna: Bukan Kewenangan Kabupaten
Hal itu, tentu sangat disayangkan. Sebab, apapun alasannya, setiap tanah yang dilewati tol sudah dibiayai negara.
“Kalau tanah sudah dibayar oleh negara, lantas jika ada penjualan tanah meski itu tidak dipakai, uang masuk kepada siapa? Kami dapat info ada tanah dari lokasi jalan tol yang tidak bisa dipakai, tapi malah dijual pada warga,” kata HR, salah satu warga di Situbondo, .
Dia mengatakan, pembangunan tol tidak boleh dibuat main-main oleh pekerja.
Sebab itulah, warga berhak mengawasi dan melaporkan setiap hal-hal yang mencurigakan dari pekerjaan tol Probowangi.
“Seharusnya pembangunan tol ini tidak boleh dibuat mainan. Sebab pemerintah membangun untuk kesejahteraan bersama bukan untuk kesejahteraan kelompok saja. Kalau sampai ada dugaan penjualan tanah dari tol kepada warga kan sudah tidak wajar namanya,” tegas HR.
Humas PT WIKA, Hadar mengaku tidak mengetahui dugaan penjualan tanah urug yang tidak dipakai tersebut.
Apalagi, dirinya juga tidak memiliki hak untuk mengomentari kasus tersebut.
“Itu konfirmasinya langusng kepada pelaksana lapangan saja. Orangnya itu pasti ada di kantor. Silahkan cari yang namanya pak Feri,” kata Hadar. (hum/pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin