Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Advokat Situbondo Minta KPK Transparan Soal Pihak-Pihak yang Diperiksa: Agar Kota Santri Kondusif

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 29 Februari 2024 | 14:10 WIB
Jayadi, Advokat di Kabupeten Situbondo
Jayadi, Advokat di Kabupeten Situbondo

RadarSitubondo.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera memberikan kepastian informasi kepada masyarakat, khususnya warga Kota Santri.

Sebab, simpang-siurnya informasi berpotensi menjadi kabar liar yang bisa merugikan pihak-pihak tertentu.

Jayadi, salah satu pengacara di Situbondo mengatakan, turunnya KPK ke Situbondo sudah menjadi informasi viral.

Sebab itulah, pihak berwenang seperti juru bicara KPK atau Polres Situbondo harus memberikan kepastian.

“Lagian apa susahnya Kapolres dan pihak KPK memberikan informasi terbuka. Setidaknya mengakui kalau sudah ada penyidik KPK meminjam ruangan Mapolres dan mememriksa sejumlah orang yang terlibat kasus korupsi. Untuk nama-nama bolehlah dirahasiakan demi kelancaran penyidikan,” kata bapak dua anak itu.

Dia menyebutkan, di era keterbukaan informasi seperti saat ini, diamnya KPK makin membuat bingung publik.

Sebab, semua pihak bisa menulis di media sosial yang isinya bisa menjurus ke mana-mana. Sehingga, masyarakat bingung  dimana informasi yang benar.

“Setidak-tidaknya biar tercipta situasi kondusif, sehingga isu itu tidak liar ke mana-mana.  Sekarang ada yang mengatakan kelanjutan  penangkapam KPK yang di Bondowoso, ada yang menyampaikan soal dana PEN, semuanya kan serba menduga-duga, ini bahaya,” ucap Jay.

Dia menegaskan, KPK harus memikirkan dampak yang akan terjadi jika melakukan pemeriksaan secara misterius.

Sebab munculnya berita-berita hoaks, salah satunya disebabkan defisit informasi.

Supriyono, pengacara senior di Kota Santri menambahkan, kedatangan KPK ke suatu daerah tentu bukan tanpa dasar.

Mereka tidak mungkin asal-asalan memanggil sejumlah rekanan untuk dimintai keterangan.

“Mereka datang pasti punya alasan-alasan hukum yang kuat. Tidak mungkin lah, tim KPK datang dari jakarta tanpa membawa surat tugas dan lain sebagainya,” kata Supriyono.

Dikatakan, kedatangan KPK ke Situbondo sudah pasti mencium bau korupsi yang ada kaitannya dengan pembangunan daerah.

Namun, apakah pemeriksaan rekanan itu merupakan rentetan dari kejadian yang di Bondowoso atau masalah lain tentu hanya menjadi dugaan bersama.

“Bisa saja kalau ini dikaitkan dengan pengembangan ungkap korupsi yang diungkap KPK di wilayah Bondowoso belum lama ini.  Sebab salah satu kontraktor di Bondowoso yang sudah ditetapkan tersangka juga memiliki pekerjaan di Situbondo,” kata Supriyono. (hum/pri)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#situbondo #kpk #informasi #kota santri