Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Palak Sopir Truk untuk Beli Miras, Preman Pantura Babak Belur Dihajar Sopir dan Kernet

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 1 Maret 2024 | 16:05 WIB
BABAK BELUR: Lutfi, 32, warga Desa Oleyan, Kecamatan/Kota Situbondo, diikat ke trotoar di pinggiri Jalan Raya, Dusun Setonggek, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kamis(29/2) pukul 01.30 dinihari.
BABAK BELUR: Lutfi, 32, warga Desa Oleyan, Kecamatan/Kota Situbondo, diikat ke trotoar di pinggiri Jalan Raya, Dusun Setonggek, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kamis(29/2) pukul 01.30 dinihari.

RadarSitubondo.id - Lutfi, warga Desa Olean, Kecamatan/Kota Situbondo, babak belur dihajar sejumlah sopir truk, di Jalan Pantura Situbondo, Kamis (29/2). Kejadiannya sekitar pukul 01.20.

Itu akibat pria 32 tahun tersebut melakukan pemalakan terhadap sejumlah sopir yang melintas di Dusun Setonggak, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan.

Semula Asnan, 56, sopir truk asal Dusun Secawan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, berjalan beriringan dengan truk lain dari arah Banyuwangi ke Surabaya.

Begitu tiba di lokasi kejadian, tiba-tiba Lutfi dan temannya, WW,31, menggiring truk yang melaju kencang untuk menepi ke pinggir jalan.

Yang membuat sopir truk ketakutan, langka yang dilakukan Lutfi cukup  ekstrem. Lutfi yang semula berboncengan dengan WW langsung meloncat ke pintu truk yang sedang berjalan dan memaksa Asnan untuk memberhentikan laju kendaraan.

Begitu sopir truk menepi ke pinggir jalan, Lutfi meminta uang kepada Asnan Rp. 500 ribu,  Namun Asnan hanya memberi uang sebanyak Rp 300 ribu. 

Begitu uang diterima langsung diberikan kepada WW yang sedang berada di atas sepeda motor.

Tak lama kemudian, kernet Asnan membujuk Lutfi untuk ke belakang bak truk. Kernet berpura-pura ingin memberikan uang tambahan.

Tapi, tidak. Kernet tersebut langsung memukul lutfi dari belakang hingga Lutfi tersungkur dan tidak sadarkan diri.

Melihat Lutfi sudah tidak bisa melakukan perlawanan, WW langsung tancap gas ke arah timur dan membawa kabur uang Rp 300 ribu.

Untuk memastikan keamanan, Asnan langsung mengambil tali tampar lalu mengikat kaki tangan Lutfi agar tidak melarikan diri. Begitu posisi badan Lutfi tidak bisa melawan langsung direndam ke selokan tepat di pinggir jalan tersebut.

Sopir truk lain yang melihat insiden tersebut tidak tinggal diam. Mereka yang kebetulan melintas ikut berhenti dan memukuli Lutfi. 

Dia dihajar habis-habisan hingga sekujur tubuhnya mengalami luka lebam, pelipis matanya bengkak.

Lutfi ditendang, dipukul, lalu dilempar akibat mengaku tidak berniat untuk merampok. Tapi dia mengaku ingin membeli minuman keras (miras) untuk berpesta dengan teman-temannya.

“Katanya mau minta uang, uangnya mau dibuat beli miras. Jelas orangnya  lagi mabuk jadi ngawur saat dihajar oleh sejumlah sopir. Untung tidak sampai meninggal anak itu,” kata Asnan.

Setelah jalan pantura macet akibat kegaduhan tersebut, salah satu warga langsung laporan ke Polsek Arjasa.

Sebab, lokasi kejadian lebih dekat ke Kantor Polsek Arjasa. Begitu tiba di Polsek Arjasa, pelaku langsung dijemput oleh anggota Polsek Kapongan.

“Kalau lokasi kejadian masuk wilayah hukum Kapongan, tapi lebih dekat ke Kantor Polsek Arjasa. Begitu kami dapat info ya langsung ke Arjasa. Habis diamankan, langsung kami serahkan ke unit Reskrim Polres Situbondo,” kata Kapolsek Kapongan, Iptu Teguh Santoso. (hum/pri)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#situbondo #babak belur #pantura #sopir #pemalakan