RadarSitubondo.id – Ada sederet fakta di balik penangkapan pelaku pemerasan atau pemalakan sopir truk di Pantura Situbondo.
Peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Desa Seletreng, Kapongan tersebut sebelumnya viral di media sosial.
Dilihat dari video 30 detik yang tersebar di grup-grup WhatsApp pelaku babak belur dengan tangan terikat.
Belakangan diketahui, pelaku merupakan warga Olean, Kecamatan Kota berinisial LF.
Berikut adalah beberapa fakta di balik penangkapan tersebut.
1. Ditinggal lari temannya
LF melakukan aksinya tidak sendirian, ia bersama berboncengan dengan salah seorang temannya.
Saat LF dipukul terkapar oleh sopir dan kernet truk, teman LF yang menunggu di motor akhirnya lari.
2. Dipukul kernet dan sopir truk
Sopir truk melawan, ia memukul LF dan mengikatnya sebelum diserahkan pada polisi.
LF mendapat bogem mentah sopir dan kernet truk saat memalaknya di jalan pantura.
3. Sudah diberi uang
Sebelumnya LF, sudah diberi uang Rp300 ribu sesaat setelah dirinya melompat ke pintu sopir.
Akan tetapi LF meminta uang pada sopir truk fuso itu sebanyak Rp500 ribu.
4. Melompat ke truk
LF sebelumnya berboncengan dengan temannya sebelum ia melompat ke body truk dan meminta sejumlah uang. (Muhammad Khoirul Rizal)
Editor : Bayu Saksono