RadarSitubondo.id – Sumani, 57, warga Dusun Sumber Gayam, Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Situbondo, melakukan percobaan bunuh diri, Minggu lalu (10/3) sekitar pukul 15. 30.
Senin (11/3) perempuan paro baya yang melukai lehernya sendiri menggunakan pisau dapur itu masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Situbondo.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Situbondo, Sumani melakukan percobaan bunuh diri hanya gara-gara banyak beban pikiran.
Dia melukai lehernya menggunakan pisau sebanyak dua kali setelah anak angkatnya Nur Hasanah, 20, minggat dari rumah.
“Yang melihat kejadian secara langsung adalah Kamso, 53, adik kandung Sumani. Dia masuk ke dalam rumah Sumani sudah melihat Sumani bersimbah darah dengan luka pada bagian lehernya,” ungkap Kapolsek Kapongan IPTU Teguh Santoso.
Kata Teguh, sebelum Nur Hasanah pulang ke rumahnya di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, sempat mengantarkan Sumani untuk menjual beras ke salah satu toko tidak jauh dari rumahnya.
Dalam perjalanan pulang, Sumani yang dibonceng Nur Hanasah terjatuh.
“Saat Sumani jatuh langsung dibawa ke dalam rumah oleh Nur Hasanah dibantu oleh keponakan korban, Yuliatin. Saat di dalam rumah, Yuliatin sempat menegur Nur Hasanah akibat menjatuhkan Sumiani,” kata Teguh.
Begitu Sumani siuman, Nur Hasanah izin pulang, tapi tidak diperbolehkan. Namun, dia tetap pulang.
Nur Hasanah juga sempat dijemput agar kembali, tapi tetap tidak mau mendengarkan permintaan ibu angkatnya tersebut.
“Saat Nur Hasanah tidak mau kembali, Sumani langsung menggorok lehernya sendiri. Untung masih bisa diselamatkan,” kata Teguh.
Korban dievakusi ke RSUD sekitar pukul 16.30. Begitu tiba di RSUD, langsung mendapatkan penanganan serius hingga nyawa korban bisa diselamatkan.
“Berdasarkan keterangan dari pihak RSUD, kondisi korban mengalami luka sayat pada bagian leher sebelah kiri panjang tiga cm lebar 1 cm dengan kedalaman belum dipastikan dan mengenai urat besar arteri. Korban harus rawat jalan,” tegas Teguh.
Kata Teguh, Sumani melukai lehernya karena tidak kuat menahan beban pikiran yang begitu berat. Sumani merasa hidupnya terus dirundung musibah.
“Sumani masih sempat menjelaskan bahwa dirinya sendiri yang melukai lehernya dengan pisau dapur sebanyak dua kali, karena merasa banyak beban pikiran,” pungkas Teguh. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin