RadarSitubondo.id - Puluhan warga Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, berdemonstrasi di halaman kantor Camat Kapongan, Situbondo, Selasa (26/3).
Warga berorasi menyampaikan aspirasi, meminta penjelasan tidak sampainya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap satu dan tahap dua kepada penerima.
Sayang, para pendemo harus menelan kekecewaan. Sebab, pihak kecamatan dan oknum perangkat Desa Seletreng tidak bisa menujukkan data penyaluran beras kepada pendemo.
Zainullah penanggung jawab aksi mengaku tidak memperoleh hasil memuaskan. Ini karena Camat Kapongan dan oknum perangkat desa tidak bisa mendatangkan instansi terkait.
“Pihak pemenang tender dari Bulog tidak dihadirkan, Dinas Pertanian dan Pangan tidak ada, penyalur tahap satu sebagai kunci utama juga tidak hadir. Karena banyak yang tidak datang, tidak ada yang bisa menengahi tuntutan warga,” kata Zainul.
Seandainya PT Y, sebagai pihak pemenang tender dari Bulog, bisa hadir ke kantor Kecamatan Kapongan, pasti segala bentuk kekecewaan masyarakat dan dugaan-dugaan penyelewengan beras akan terjawab.
Karena yang bisa menentukan beras tersalurkan tepat sasaran hanya dari pemenang tender dari Bulog.
“Yang bikin kami kecewa, oknum perangkat desa seperti Kadus Kajer dan Kadus Krajan sekaligus Kepala Desa dan Camat tidak bisa menunjukkan data penyaluran CBP. Alasannya lucu, data sudah disetorkan ke PT Y. Kok bisa penyalur tidak punya data,” katanya.
Sementara itu, Aklam sebagai tenaga penyalur CBP dari Provinsi hanya memasrahkan undangan kepada pihak desa.
Selebihnya perangkat desa yang bisa menentukan penerima maupun orang yang tidak berhak menerima.
“Aklam sebagai penyalur beras dari PT. Yasa juga tidak bisa menjukkan data, katanya sudah setor ke PT Y. Malah menegaskan penyaluran sudah sesuai, tapi dimintai data tidak mau,” ujar Zainul.
Karena orang yang dituju dalam demo tersebut tidak bisa berbicara sesuai dengan data penyaluran, keluhan yang dibawa oleh warga tidak ada yang terjawab.
Warga juga masih mempertanyakan larinya beras tahap satu dan tahap dua yang tidak disalurkan pada penerima.
“Warga kan banyak tidak terima beras di tahap satu dan tahap dua, jelas-jelas ini sudah ada penyelewegan. Tapi oknum kadus selalu jawab secara lisan saja,” pungkas Zainul.
Kadus Kajer Rudi mengatakan, bahwa dirinya memang baru menghitung jumlah barkot penerima CBP tahap tiga, total penerima ada 748.
Pengecekan dilakukan setelah Rudi mendapatkan data orang-orang yang tidak menerima beras.
“Kalau di tahap satu dan dua saya memang tidak pernah menghitung barkot. Saya memang baru memperhatikan barkot di tahap tiga,” ucap Rudi.
Tenaga Penyalur CBP Provinsi Aklam menegaskan, bahwa dirinya tidak bisa menujukkan data penyaluran. Pendemo bisa meminta data tersebut ke pihak PT Y.
“Saya hanya tenaga penyalur yang dipercaya PT Y, tapi saya tidak bisa menjukkan data, karena data sudah diimput ke PT. Yasa. itu kan kewengan pt, mau mengeluarkan atau tidak,” pungkas Aklam. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin