RadarSitubondo.id – Sudja’i, warga Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Situbondo, meninggal dunia secara tragis, Minggu (7/4).
Pria berusia 55 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir paska tertimpa truk bermuatan jeruk kurang lebih tujuh ton, tepat di simpang tiga Jalan Raya, Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo.
Mulanya truk yang dikemudikan Fadlan, 57, warga Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah, melaju kencang dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang.
Nah, sebelum tiba di lokasi kejadian, truk nopol AD 8004 EG terlihat oleng dari arah timur.
“Itu oleng, posisi truk mau guling ke selatan, tapi oleng lagi ke utara. Aslinya bak truk mau jatuh ke utara, mungkin sopirnya berusaha banting setir lagi. Akhirnya bak truk roboh ke barat, dan menutup separo jalan bagian utara,” ungkap Hannan salah satu warga yang melihat kejadian.
Dilihat dari keadaan truk yang tidak bisa menguasai jalan, banyak warga yang berasumsi jika sopir truk mengantuk.
“Ini kan muatan berat, begitu oleng sedikit sulit untuk dikendalikan. Saya rasa sopirnya ngantuk, yang mengira kalau sopirnya ngantuk ya banyak bukan hanya saya,” ujar Hannan.
Dikatakan, meskipun dirinya melihat secara pasti posisi truk yang sudah oleng sejak dari timur, dirinya tidak mengetahui jika ada pengemudi sepeda motor yang tertimpa truk.
Bahkan, dia mengira jika orang yang meninggal di tempat bukan Suja’i, tetapi dikira sopir atau kernet truk.
“Saya hanya tahu saat truk oleng , untuk yang meninggal akibat tertimpa truk saya kurang paham. Apa itu tabrakan, apa hanya tertimpa saja saya kurang tahu,” tegas Hannan.
Akibat insiden tersebut kaca truk bagian depan pecah, body depan bagian bawah rusak.
Untuk sepeda motor hancur total, ban belakang pecah, pelek motor patah, setir dan lapak menyatu akibak benturan keras.
“Kalau Suja’i mati di tempat, sopir truknya tidak apa-apa. Yang bikin saya bingung, sepeda motor Suja’i kok bisa sangat hancur,” ucap Hannan.
Pantauan koran ini, kondisi jalur pantura, khususnya arah dari Surabaya ke Banyuwangi macet total.
Kemacetan mengular dari jalan raya Landangan hingga ke lampu merah Kecamatan Kapongan, sedangkan dari arah berlawanan dari Landangan hingga ke Kecamatan Arjasa.
“Ini macetnya panjang, gimana tidak macet, orang yang mau lewat bukannya jalan malah sibuk melihat kecelakaan ada yang merekam dan semacamnya. Paling miris ada yang menyempatkan minta jeruk yang sudah tumpah, itu yang bikin jalan macet sekitar 20 menit,” ungkap Rahman, salah satu pengedara motor yang kebetulan ikut melihat kecelakaan.
Beruntung, sejumlah anggota Kanitlaka dan bagian Lantas Polres Situbondo langsung terjun ke lokasi dan bergerak cepat melakukan buka tutup jalan hingga kemacetan bisa diatasi.
“Ini bagian lakalantas sudah banyak yang turun, ini sudah berhasil kami atur. Kalau kronologi kecelakaan pasti kami juga masih menyelidiki,” kata Kanitlaka Polres Situbondo IPDA Racman Fadli.
Sekedar diketahui, jeruk kurang lebih tujuh ton itu diangkut dari Bali dan akan diantarkan ke Jawa Tengah.
Akibat truk guling, jeruk tumpah ruah di jalan raya. Namun, jeruk yang masih bagus dioper ke truk lain untuk diantarkan ke lokasi tujuan. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin