RadarSitubondo.id – RK, 15, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kota Situbondo, harus menjalani perawatan medis di rumah.
Sebab, anak yang baru lulus SMP itu tidak bisa bangun paska dikeroyok oleh enam pelaku, Rabu lalu (29/5).
RK menjadi korban pengeroyokan setelah ikut pelatihan silat di salah satu perguruan pencak silat di Kabupaten Situbondo.
Namun RK belum memberi tahu alamat perguruan silat tersebut. Sehingga, pihak keluarga belum bisa menyebutkan lokasi perguruan silatnya.
“RK baru pertama masuk perguruan, katanya sudah duel dengan dua orang di tempat berlatihnya. Yang bikin kami tidak terima, RK dihajar oleh enam orang saat mau pulang. Jadi sudah di luar latihan RK dipukuli oleh enam orang,” kata salah satu pihak keluarga yang enggan namanya disebutkan.
Kata dia, paska kejadian RK tidak langsung memberi tahu orang tuanya. Cerita pengeroyokan baru terbongkar sehari setelah kejadian.
Sebab, RK merasa pegal-pegal dan pusing sehingga tidak mau bangun dari tempat tidur.
“Kejadian kan malam Rabu, hari Kamis RK baru cerita sama ibunya. Katanya dikeroyok oleh enam orang,” tegasnya.
Dikatakan saudara RK, mendengar cerita dari korban, orang tuanya langsung membawa RK ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Situbondo.
Setibanya di rumah sakit diminta untuk laporan terlebih dahulu ke Mapolres Situbondo. Akhirnya ibu RK laporan.
“RK sudah divisum, tapi yang menjadi pertanyaan bagi kami, dua rumah sakit menolak perawatan RK. Katanya RK tidak apa-apa. Padahal, RK lemas dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Ini sudah lima harian berbaring terus di tempat tidur,” katanya.
Akhirnya, RK hanya rawat jalan dan diinfus di rumah. Sejak RK menjalani perawatan di rumah, kondisinya belum stabil.
Untuk makan harus disuapin, untuk bangun dari tempat tidur juga harus dibantu. Kadang kejang-kejang.
“Itu, lihat sendiri ke dalam kamar, anaknya masih berbaring dan diinfus,” kata keluarga RK pada Koran ini.
Saudara RK mengakatan, untuk sementara dia belum bisa memberikan keterangan secara rinci. Sebab belum mendapat izin dari ibu RK.
Kebetulan ibu RK masih sibuk bekerja untuk menyambung kebutuhan hidup sehari-hari.
“Ibunya masih bekerja, jadi kami kurang tahu juga cerita yang sebenarnya,” katanya.
Irma, ibu dari RK mengatakan kepada Jawa Pos Radar Situbondo melalui chat WhatsApp bahwa dirinya ingin bertemu dengan semua pelaku. Ingin menanyakan alasan kenapa memukuli putranya hingga sakit.
“Saat ini saya fokus kesembuhan anak saya dulu, urusan kelanjutan hukum saya masih mau bertanya sama yang menangani. Saya ingin ketemuan juga sama pelaku kenapa harus memukuli anak saya,” kata Irma singkat.
Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Momon saat dikonfirmasi masih ingin mengecek laporan tersebut.
Namun dia memastikan jika sudah ada laporan pasti ditangani dengan serius. “Mau saya cek dulu ya laporannya,” pungkas Kasatareskrim Polres Situbondo. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin