RadarSitubondo.id – Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (IKSASS) dibuat geram dengan kelakuan salah satu warganet di media sosial.
IKSASS membuat laporan polisi dengan dugaan kasus pencemaran nama baik.
Pencemaran nama baik tersebut dialami oleh pengasuh pondok pesantren (ponpes) Sukorejo, Kiai Azaim Ibrahimy.
Salah satu akun medsos Tiktok dan Facebook bernama aa.mansyur mengunggah konten tentang nasab Kiai Azaim.
"Nasab merubah nasib innalillahi wa inna ilaihi rojiun," demikian bunyi caption dalam postingan.
Namun saat ini video tersebut sudah dihapus oleh pemilik akun.
IKSASS mengatakan penghinaan kepada ulama kharismatik Situbondo tersebut perlu dilaporkan agar Situbondo tetap kondusif.
"Untuk memberikan efek jera terhadap pemilik akun, lebih dari itu juga menjaga kondusivitas alumni dan simpatisan," kata Ketua Departemen Informasi Komunikasi dan Publikasi IKSASS, Nawawi.
Bahkan seandainya IKSASS mengetahui rumah sang pemilik akun maka mungkin akan beda cerita.
"Kalau pelaku tidak dilaporkan lalu ada simpatisan yang tahu dengan rumahnya, beda lagi urusannya," pungkasnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin