RadarSitubondo.id - Warga Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Situbondo, masih mengeluhkan kegiatan pengepul pupuk cair.
Meskipun Jumat lalu (12/7) sudah diusir dan pergi dari lokasi parkir, dampak buruknya masih dirasakan warga sekitar.
Yang dikeluhkan warga bukan hanya bau tetes yang tidak sedap, tapi dampak truk bermuatan berat tersebut membuat sejumlah ruas Jalan Raya desa Wringinanom banyak yang rusak.
“Yang kami soal bukan hanya karena bau, Tapi sejumlah truk itu sudah bikin ruas jalan raya menjadi rusak. Kalau sudah rusak tanggungjawab mereka apa? Masak hanya tinggal pergi dan pindah tempat saja,” kata salah satu warga yang namanya enggan ditulis, Minggu (14/7).
Kata dia, lokasi parkir juga dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan dari sejumlah sopir truk. Setidaknya bekas ban yang sudah dalam ditutupi, batu besar yang ditata warga bisa diperbaiki.
“Gimana ya, sudah datang seenaknya, tidak mau ditegur, begitu pindah tempat kerusakan dibiarkan begitu saja. Ini sisa baunya masih ada. Kok bisa tetes dibuang ke pinggir jalan, ya bau,” katanya.
Kepala Dusun Wringinanom Timur, Randi menegaskan, jika konflik warga dengan pengepul belum selesai. Sebab, pihak desa masih ingin mengundang pengepul untuk mediasi di balai desa.
“Jumat lalu tidak jadi mediasi, nanti akan kami undang kembali. Kami butuh kepastian, kalau hanya sekarang pindah lain waktu balik lagi, kami juga bosan,” pungkas Randi. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin