RADAR SITUBONDO - Jalan pantura di jalan raya Tampora, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, nampaknya kurang aman.
Terbukti, belum genap satu bulan pembegalan motor, peristiwa serupa kembali terjadi. Kali ini begal payudara yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka cukup serius.
Keadaan ini membuat sejumlah warga resah dan mendesak polisi aktif melakukan patroli malam.
Bahkan diantaranya ada yang mengaku menjadi korban percobaan pembegalan di sepanjang jalan pantura tersebut. Namun, dari sekian kasus belum juga ada yang terungkap. Padahal, pelapornya cukup banyak.
“Miris kalau melihat sebaran foto perempuan yang diduga jadi korban begal payudara itu, sampai berlumur darah. Masak tidak ada polisi yang patroli di jalan rawan seperti itu,” ungkap Irwan, salah satu warga Situbondo.
Kata dia, di jalan tersebut memang sering terjadi aksi begal terhadap pengendara motor. Bahkan putra Irwan juga hampir dirampok, namun berhasil melarikan diri.
“Baru satu bulan, anak saya dari Paiton mau pulang ke Situbondo, saat melintas di sana (Jalan Raya Desa Kalienget), ada orang yang membuntuti, untung anak saya berhasil kabur hingga menepi ke Utama Raya,” tegas Irwan.
Sykron, salah satu warga Besuki mengatakan jika jalan tersebut memang rawan begal. Rute bahaya tersebut dari gunung kembar hingga ke barat arah Paiton, sebelum masuk PLTU. Sedangkan dari arah gunung kembar ke timur sampai Utama Raya.
“Itu jalan memang rawan begal, apalagi malam. ya Lebih baik hati-hati saja, dan jangan jalan sendirian kalau malam,” tegas Syukron.
Kata Syukron, seharusnya anggota polres, khususnya Polsek Banyuglugur aktif melakukan patroli malam. Kalau perlu sosialisasi dengan masyarakat sekitar untuk ikut melakukan penjagaan di area jalan yang rawan.
“Kan gampang bisa ngasi CCTV, sosialisasi dengan warga atau kadesnya. Kalau melakukan penjagaan ya yang serius bukan hanya numpang foto saja. Kalau perlu jangan pakai seragam,” ucap Sykron.
Kapolsek Banyuglugur, AKP Efendi Nawawi menegaskan jika anggotanya sudah rutin melakukan patroli. Bahkan penjagaan jalan rawan begal sudah dilakukan setiap malam.
“Kalau patroli, setiap hari dan tiap malam. Kami ada dokumentasi berupa foto dan video saat patroli dan bukti laporannya juga ada,” pungkas Nawawi. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin