RadarSitubondo.id - Agustin Eka Trisanti, 48, terlapor dugaan penggelapan puluhan ponsel milik salah satu konter seluler di Kecamatan Panji, diminta koperatif. Sebab, Owner PT. Berkah Zamzam Wisata Situbondo itu tidak menghadiri undangan penyidik Polres Situbondo.
Erfan S.H kuasa hukum Wiwik Swandiyani,58, korban penggelapan ponsel warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, mengatakan penyidik tindak pidana (Pidum) Satreskrim Polres Situbondo telah mengundang Eka untuk hadir ke Polres Situbondo. “EK ini diundang penyidik Polres tidak pernah hadir. Melalui kuasa hukumnya mengajukan penundaan waktu pemeriksaan,” tegas Erfan.
Erfan mengatakan, rencana tindak lanjut (RTL) penyidik bakal melakukan pemeriksaan atau klarifikasi terhadap Eka. “Kalau saksi-saksi dari pihak korban sudah dimintai keterangan. Yang diperiksa HL dan PR. Ini tinggal terlapor (Eka) yang belum dimintai keterangan,” ucap Erfan.
Diungkapkan, terlapor seharusnya bisa mendatangi undangan penyidik untuk memberikan keterangan dan bantahan atas kasus yang dituduhkan. Bukan diam dan banyak alasan untuk tidak menghadiri proses hukum di Polres Situbondo.
“Artinya kalau terlapor ini memiliki bantahan untuk membantah dugaan penggelapan tentunya harus hadir dalam acara klarifikasi. Yang menjadi pertanyaan besar, kenapa terlapor tidak hadir? Apakah dia tidak punya bukti atau bantahan untuk membantah laporan?,” cetus Erfan.
Dikatakan, proses pelaporan di Mapolres Situbondo berjalan lancar. Proses hukum kasus Eka benar-benar ditangani serius. Sehingga, pelayanan penyidik Polres Situbondo patut diapresiasi. “Saya sangat berterimakasih pada penyidik Polres Situbondo yang sudah mengawal pelaporan kami. Kami cukup puas, dan semoga kasus ini bisa terselesaikan sesuai proses hukum yang ada,” Katanya.
Owner PT. Berkah Zamzam Wisata, Gustin Eka Trisanti, saat dikonfirmasi meminta Koran ini menghubungi General Manager PT. Zamzam, Syaiful Bahri. Namun, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler dia enggan memberikan keterangan. Sebab, mengaku kurang percaya jika melalui sambungan whatsapp. Dia bersedia dikonfirmasi berhadapan langsung di suatu tempat yang ditentukan.
"Saya lebih suka kita bertatap muka, kalau samian (koran ini) seperti ini, waduh itu kan seperti wartawannya saya. Main WA-WA," pungkas Syaiful. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono