RADARSITUBONDO.ID - Moh. Jefri Wahyudi, warga Dusun Nyamplong, Desa/Kecamatan Banyuputih, dipukul menggunakan Roti Kalung oleh tetangganya, RD, 30, Rabu lalu (28/4).
Meskipun korban sampai bersimbah darah, namun terduga pelaku hingga Senin (28/04) tak kunjung ditangkap oleh polisi.
Jhoni, paman Jefri mengatakan, insiden pemukulan terjadi sekitar pukul 11.30. Saat itu RD datang ke rumah Jefri.
Begitu tiba di depan rumah RD berteriak memanggil nama Jefri agar keluar dari dalam rumah.
“Jefri lagi tidur sepulang kerja, lalu RD datang untuk ketemu Jefri. Ini jefri lagi tidur dibangunkan oleh istrinya. Saat keluar tanpa basa-basi langsung dipukul,” ungkap Jhoni.
Melihat hal tersebut, Jannah, istri Jerfi berusaha melerai. Akhirnya juga dipukuli oleh RD.
Bahkan saat Jefri kabur ke dalam rumah tetap dikejar oleh RD dan dihajar di dalam rumah. Datanglah ibu Jefri untuk melarai, juga didorong oleh RD.
“RD ngamuk, istri dan ibu korban juga kena imbas. Masalahnya juga belum diketahui, RD tiba-tiba datang langsung memukul. Jefri sampai keluar darah dari keningnya, kayaknya kena hantam Roti Kalung, istrinya juga lebam pada pipi,” tegas Joni.
Tindakan RD langusng dilaporkan ke kantor Polsek Banyuputih. Namun, polisi belum melakukan tindakan cepat. Pelapor juga belum dimintai keterangan lebih lanjut.
Padahal, RD sudah pernah melakukan tindakan serupa pada orang lain dan sudah menadatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.
“RD ini sebelumnya juga melakan pemukulan pada teman saya, tapi sudah selesai secara kekeluargaan dan ada surat penyataan. Ini melakukan kekerasan lagi pada saudara saya, harusnya kan langusng ditangkap. Apalagi buktinya sudah jelas saudara saya terluka,” pungkas Joni.
Baca Juga: Pencuri Tomat di Situbondo Dihajar hingga Babak Belur, Kini Pelaku Alami Depresi
Kapolsek Banyuputih AKP Hasan Bisri, menegaskan bahwa penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Selanjutnya akan memanggil korban untuk dimintai keterangan tambahan.
“Kalau soal surat pernyataan melakukan kekerasan kami belum paham. Mungkin sebelum saya menjabat jadi kapolsek sini,” pungkas Hasan Bisri. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin