Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bupati Situbondo, Mas Rio Memaki Wartawan Radar dengan Sebutan Aktivis Burik

Edy Supriyono • Jumat, 1 Agustus 2025 | 06:07 WIB
KISRUH: Bupati Situbondo, Yusuf Wahyu Rio Prayogo, nampak merebut ponsel jurnalis pada saat menemui masa aksi, di utara Alun-alun Kota Situbondo, kemarin (31/7).
KISRUH: Bupati Situbondo, Yusuf Wahyu Rio Prayogo, nampak merebut ponsel jurnalis pada saat menemui masa aksi, di utara Alun-alun Kota Situbondo, kemarin (31/7).

SEMENTARA itu, Wartawan Jawa Pos Radar Situbondo (JPRS) Humaidi tak hanya mengalami kekerasan fisik. Dia juga mengalami kekerasan verbal. Saat berusaha mengkonfirmasi, Humaidi malah dimaki oleh Bupati Situbondo, Yusuf Wahyu Rio Prayogo sebagai Aktifis Burik (dubur/anus). 

“Saya tidak tahu kenapa sampai terlontar kata-kata itu, saya kaget saja karena itu keluar dari mulut seorang bupati, orang nomor satu di Kabupaten Situbondo ini,” terang Humaidi.

Tak hanya itu, bupati juga sempat menertawakan Humaidi dengan menyoal seakan-akan dia tidak mau menulis berita-berita kebaikan Pemkab. Bupati menyebutkan pada orang banyak yang hadir kemarin, bahwa Humaidi tidak bakal mau menulis kegiatan yang sedang berlangsung di Pendapa Situbondo.

"Saya sampai dibilang tidak tahu malu, dan saya juga dianggap tidak bakal mau menulis kegiatan pemkab. Padahal pernyataan bupati itu tidak benar," imbuh Humaidi seraya menunjukkan rekaman yang dia ceritakan.

Bahkan, Bupati Situbondo juga mengungkit tulisan humaidi soal pembangunan bantuan rumah korban banjir bandang di Kecamatan Kendit.  Padahal apa yang ditulis itu fakta yang terjadi di lapangan. "Saya disebut juga tidak punya malu. Dianggap merusak. Pernyataan saya ini bisa saya buktikan," pungkas Humaidi. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#pwi jatim #Bupati Rio #Pemkab Situbondo